Jasa Pembuatan IoT Controller SPKLU & EV Charger: Solusi Papan Kendali EVSE Cerdas Berbasis OCPP 1.6J & 2.0.1
Rekayasa perangkat keras (*main controller board*) dan firmware deterministik untuk mesin pengisian mobil listrik AC Level 2 (7.4kW – 22kW) serta DC Fast Charging (30kW – 360kW). Mengintegrasikan modulasi sinyal Control Pilot IEC 61851-1, proteksi kebocoran DC 6mA (RDC-DD), kWh meter tersertifikasi MID Class 1 Modbus RS-485, konektivitas 4G LTE/Ethernet, serta kesiapan sertifikasi TKDN lokal Indonesia.
IEC 61851-1 & SAE J1772
Modulasi Control Pilot PWM 1 kHz presisi tinggi untuk deteksi state A/B/C/D kendaraan.
OCPP 1.6-J & 2.0.1 WSS
Interoperabilitas penuh ke Cloud CSMS (PLN Icon+, CitrineOS, SteVe, AMPECO, Virta).
MID Meter Class 1
Komunikasi Modbus RTU RS-485 untuk billing legal metrology dan transparansi kWh.
Dukungan TKDN >40%
Desain skematik, firmware, dan fabrikasi lokal Indonesia untuk tender BUMN & swasta.
Anatomi Main Controller Board EVSE AC & DC Sayuswa
Dirancang dengan isolasi galvanik kelas industri, mikrokontroler deterministik berkinerja tinggi, dan sirkuit pengaman berlapis untuk memenuhi kondisi termal dan fluktuasi jaringan listrik di Indonesia.
Modular, Andal, dan Siap Produksi Massal
Papan kendali utama (main controller) Sayuswa dibangun sebagai inti kecerdasan mesin pengisian kendaraan listrik (*charging station*). Menghubungkan seluruh subsistem daya tinggi dengan dunia digital cloud: membaca otentikasi pengguna melalui RFID/NFC, memverifikasi kesiapan komunikasi baterai melalui sinyal analog Control Pilot, memerintahkan kontaktor tegangan tinggi untuk mengalirkan arus, memantau meteran energi MID, hingga melaporkan transaksi real-time ke server operator CSMS.
- Dual-Core Processing Core: Mikrokontroler ARM Cortex-M4 atau ESP32-S3 dengan FreeRTOS deterministik untuk eksekusi safety-loop di bawah 5 milidetik.
- Proteksi RDC-DD Terintegrasi: Deteksi kebocoran arus halus 6mA DC dan 30mA AC untuk mengeliminasi kebutuhan RCD Type B eksternal yang mahal.
- Sirkuit Contactor Feedback & Weld Detection: Memantau status fisik kontak relay daya utama untuk mencegah sengatan listrik akibat kontak yang melekat (*welded contacts*).
- Hardware Security Element: Slot chip kriptografi ATECC608 untuk penyimpanan aman private key sertifikat TLS 1.3 dan kepatuhan OCPP 2.0.1 Security Profile 3.
| Parameter Teknis | EVSE AC (Level 2) | EVSE DC Fast Charger |
|---|---|---|
| Rentang Daya | 7.4 kW (1-Fasa) / 22 kW (3-Fasa) | 30 kW – 360 kW (Modular Rectifier) |
| Tegangan Operasional | 230V AC / 400V AC ±15% (50 Hz) | 150V DC – 1000V DC (High Voltage) |
| Sinyal Kendali Pilot | IEC 61851-1 PWM 1 kHz (State A-F) | ISO 15118 / DIN 70121 PLC & CAN Bus |
| Protokol CSMS | OCPP 1.6-J & OCPP 2.0.1 (WSS) | OCPP 1.6-J & OCPP 2.0.1 (WSS) |
| Antarmuka Metering | RS-485 Modbus RTU (MID Meter) | RS-485 Modbus / CAN Bus DC Meter |
| Proteksi Kebocoran | RDC-DD (6mA DC / 30mA AC) | Insulation Monitoring Device (>500 kΩ) |
| Konektivitas Onboard | 4G LTE Cat-1 + Ethernet + WiFi | Dual Ethernet + 4G LTE Cat-4 |
| Waktu Trip Darurat | < 10 milidetik | < 5 milidetik (Hardware Interlock) |
Simulator Sinyal Control Pilot IEC 61851-1 & Telemetri OCPP
Eksplorasi bagaimana controller Sayuswa merespons transisi status kendaraan, modulasi sinyal PWM 1 kHz, pembacaan kWh meter MID, serta adaptasi terhadap Smart Charging Profile.
Aliran Komunikasi 5-Node Controller SPKLU & EVSE
Arsitektur terstruktur yang memisahkan sisi tegangan tinggi jala-jala listrik dari rangkaian logika mikrokontroler deterministik, terminal pengguna, hingga platform manajemen pusat.
Grid Input & Metering MID
Suplai daya jala-jala 400V 3-fasa dimonitor langsung oleh kWh meter bersertifikasi MID melalui antarmuka RS-485 Modbus RTU untuk akurasi penagihan Class 1.
Modbus RS485Safety & DC Leakage Interlock
Sensor kebocoran arus residual RDC-DD (6mA DC / 30mA AC), pengaman surja SPD, serta umpan balik auxiliary kontaktor untuk proteksi bahaya kontak melekat.
Trip <10msSayuswa Core Controller
Unit mikrokontroler utama menjalankan stack FreeRTOS deterministik, pembangkit sinyal Control Pilot PWM 1 kHz, evaluasi state charging, dan enkripsi mbedTLS.
ARM / FreeRTOSUser Interface & RFID Auth
Otentikasi kartu nirkontak ISO 14443A MIFARE/NFC, indikator cincin LED RGB status pengisian, layar sentuh HMI 7 inci, serta tombol emergency stop mekanikal.
RFID / HMI UICloud CSMS & Billing Platform
Konektivitas multi-kanal 4G LTE dengan fallback Ethernet/WiFi ke backend CSMS operator via OCPP 1.6J/2.0.1 WebSocket aman (WSS) dan buffer transaksi offline.
OCPP 1.6J/2.0.11. Analisis Rekayasa Papan Kendali Utama (Main Controller Board) EVSE
Perancangan papan sirkuit pengendali utama stasiun pengisian kendaraan listrik (*Electric Vehicle Supply Equipment Controller* atau EVSE-C) merupakan disiplin rekayasa multi-sektor yang menggabungkan elektronika daya tinggi (*power electronics*), pensinyalan analog presisi tinggi, pemrosesan logika deterministik tingkat mikrodetik, dan komunikasi data terdistribusi berbasis Internet of Things (IoT). Pada unit charger kendaraan listrik komersial, kegagalan controller tidak hanya berakibat pada berhentinya proses pengisian baterai (*charging session failure*), namun berpotensi menimbulkan bahaya keselamatan fatal berupa sengatan listrik tegangan tinggi (hingga 400V AC pada tiga fasa atau 1000V DC pada fast charger), kebakaran busbar kontak daya, maupun kerusakan permanen pada modul On-Board Charger (OBC) dan baterai lithium mobil listrik konsumen.
Oleh karena itu, tim rekayasa **PT Sayuswa Multi Teknologi** mengadopsi standar desain perangkat keras berstandar otomotif dan industri berat dengan membagi topologi papan sirkuit utama ke dalam 4 zona isolasi independen:
- Zona Logika Rendah & Pemrosesan (3.3V / 5V DC): Berisi inti komputasi dual-core mikrokontroler ARM Cortex-M4 atau ESP32-S3, memori flash eMMC non-volatile untuk penyimpanan database offline transaksi, modul keamanan perangkat keras (*Hardware Secure Element* ATECC608), serta osilator kristal presisi tinggi untuk menjamin frekuensi sinyal PWM tepat 1.000 Hz ±5 Hz sesuai mandat IEC 61851-1.
- Zona Analog Sinyal Control Pilot & Proximity Pilot (±12V Rail): Sirkuit pembangkit tegangan bipolar simetris +12V dan -12V DC menggunakan konverter DC-DC teregulasi rendah-noise (*low-noise isolated DC-DC converter*), penguat operasional *rail-to-rail*, sirkuit filter RC aktif untuk meredam ripple tegangan transien, serta Analog-to-Digital Converter (ADC) 12-bit dengan laju sampling tinggi untuk membaca tingkat tegangan diskrit State A (12V), State B (9V), State C (6V), dan State D (3V) dalam jendela pembacaan mikrodetik.
- Zona Penggerak Aktuator Daya & Antarmuka Relay (12V / 24V DC): Rangkaian driver MOSFET berkinerja tinggi dengan perlindungan *flyback snubber diode* untuk menggerakkan kumparan kontaktor daya utama berkapasitas 40A s/d 63A. Zona ini dilengkapi jalur umpan balik optocoupler berkecepatan tinggi yang membaca status fisik kontak bantu kontaktor (*auxiliary contact*), mendeteksi kondisi peleburan kontak (*welded contact condition*) dalam waktu kurang dari 5 milidetik setelah perintah pelepasan daya dieksekusi.
- Zona Proteksi Isolasi Galvanik & Sensor Arus Residual (RDC-DD): Memisahkan sirkuit logika kontrol dari jala-jala listrik tegangan tinggi dengan jarak isolasi fisik (*clearance and creepage distances*) minimal 6.3 mm sesuai IEC 60664-1, mampu menahan tegangan tembus impuls hingga 4.000 Volt (*4 kV surge immunity*). Di zona ini disematkan modul sensor induktif fluxgate RDC-DD yang memonitor kebocoran arus sisa DC 6 mA dan AC 30 mA secara simultan.
Standar Ketahanan Elektromagnetik (EMC/EMI) Sesuai IEC 61851-21-2
Lingkungan stasiun pengisian daya sering kali dipenuhi derau elektromagnetik tinggi yang dipancarkan oleh Variable Frequency Drive (VFD), transformator gardu listrik, dan switching converter inverter kendaraan. Seluruh papan kontrol Sayuswa melalui pengujian EMC ketat: Electrostatic Discharge (ESD) IEC 61000-4-2 (±8 kV kontak, ±15 kV udara), Electrical Fast Transient/Burst IEC 61000-4-4 (±2 kV pada port daya dan sinyal), serta Surge Immunity IEC 61000-4-5 (±4 kV fasa-ke-tanah) guna memastikan stasiun pengisian tidak pernah mengalami crash, freeze, atau reboot tak terduga.
2. Sirkuit Control Pilot IEC 61851-1 & Algoritma Modulasi PWM 1 kHz
Protokol fisik komunikasi antara stasiun pengisian AC (EVSE) dan kendaraan listrik diatur secara ketat oleh standar internasional **IEC 61851-1** dan **SAE J1772**. Komunikasi ini mengandalkan kawat tunggal yang disebut jalur **Control Pilot (CP)** bersama dengan kawat referensi tanah (**Protective Earth / PE**). Sirkuit ini memiliki dua fungsi simultan: mendeteksi kondisi mekanis dan status kesiapan kendaraan melalui pembagian tegangan resistor diskrit, serta menginstruksikan batas arus maksimum yang aman melalui modulasi lebar pulsa (*Pulse Width Modulation / PWM*).
Sebelum kabel pengisian dicolokkan ke inlet mobil, papan kontrol Sayuswa memberikan tegangan kontinu +12V DC pada pin CP. Status ini didefinisikan sebagai **State A (Standby / Vehicle Unattached)**. Begitu konektor Type 2 dicolokkan ke inlet mobil listrik, rangkaian internal kendaraan menyambungkan resistor R2 sebesar 2.74 kΩ secara paralel ke ground. Hambatan paralel ini membentuk pembagi tegangan bersama resistor internal 1.0 kΩ pada controller Sayuswa, menurunkan tegangan sinyal menjadi +9V DC. Status ini adalah **State B (Vehicle Connected / Not Ready for Charging)**.
Ketika State B terdeteksi, firmware controller mengaktifkan osilator timer PWM pada frekuensi deterministik tepat 1.000 Hz. Lebar pulsa (Duty Cycle) menentukan batasan kapasitas arus maksimum stasiun pengisian:
Ketika Battery Management System (BMS) mobil listrik selesai melakukan pemeriksaan internal dan siap menerima daya jala-jala, kendaraan menutup saklar elektronik di dalam inlet mobil untuk menyambungkan resistor R3 sebesar 1.3 kΩ secara paralel. Penambahan resistor ini menurunkan puncak gelombang positif tegangan PWM dari +9V menjadi +6V DC. Status ini disebut **State C (Vehicle Ready / Charging Active)**.
Saat ADC controller Sayuswa membaca transisi stabil ke State C selama minimal 3 siklus berturut-turut (3 milidetik), mikroprosesor memicu driver kontaktor utama untuk menutup kontak AC 3-fasa 400V, mengalirkan energi listrik ke kendaraan. Jika kendaraan memerlukan ventilasi aktif di area kompartemen baterai (misal pada ruang parkir tertutup), mobil menurunkan tegangan ke +3V DC (**State D**). Sebaliknya, jika kabel terlepas, tegangan langsung melompat kembali ke +12V (**State A**), atau jika terjadi hubungan arus pendek ke ground (**State E / 0V**) atau diode terbalik (**State F / -12V**), sirkuit interlock perangkat keras Sayuswa secara otomatis memutus kontaktor dalam kurun waktu kurang dari 8 milidetik, jauh melampaui batas toleransi 100 milidetik yang dipersyaratkan standar internasional.
3. Standar Komunikasi OCPP 1.6-J & OCPP 2.0.1 (JSON over WebSocket)
Open Charge Point Protocol (OCPP) yang dirumuskan oleh konsorsium Open Charge Alliance (OCA) adalah protokol terbuka standar industri yang mendefinisikan bahasa komunikasi antara stasiun pengisian kendaraan listrik (EVSE) dan perangkat lunak Charging Station Management System (CSMS) di cloud. Controller Sayuswa mengimplementasikan stack protokol OCPP yang ditulis dari awal (*native C/C++ embedded stack*) tanpa pustaka pihak ketiga yang membengkak (*no bloated third-party dependencies*), menghasilkan jejak memori RAM yang sangat hemat (<120 kB) dan waktu eksekusi yang sangat cepat.
Struktur pertukaran pesan OCPP menggunakan format JSON berbasis array 4-elemen melalui koneksi persisten Secure WebSocket (WSS):
Keunggulan implementasi OCPP pada controller Sayuswa mencakup kesiapan dual-mode:
- Dukungan Profil OCPP 1.6-J Lengkap: Mendukung seluruh Core Profile, Firmware Management (FOTA aman via HTTPS dengan verifikasi hash SHA-256), Local Auth List Management (sinkronisasi daftar kartu RFID yang diizinkan untuk operasional offline), Reservation Profile (reservasi charger oleh pengguna melalui aplikasi seluler), dan Smart Charging Profile (menerima jadwal batas daya dinamis per 15 menit).
- Arsitektur Keamanan Siber OCPP 2.0.1 (Security Profile 3): Mengintegrasikan otentikasi timbal-balik berbasis sertifikat digital (*Mutual TLS / mTLS*) menggunakan sertifikat klien x.509 yang disimpan secara aman di dalam chip cryptographic hardware (*secure element*). Kunci privat (*private key*) tidak pernah terekspos ke memori flash utama, melindungi stasiun pengisian dari risiko kloning perangkat, peretasan man-in-the-middle (MITM), serta manipulasi data transaksi penagihan.
4. Dynamic Load Balancing (DLB): Arsitektur Manajemen Beban Cerdas
Tantangan operasional terbesar bagi pengelola gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, apartemen, dan rest area yang ingin memasang puluhan unit stasiun pengisian mobil listrik adalah **keterbatasan kapasitas daya listrik terpasang**. Jika 10 unit charger AC 22kW dioperasikan bersamaan pada kapasitas puncak, beban yang ditarik mencapai 220 kW (~275 kVA). Biaya investasi untuk menaikkan langganan daya trafo PLN sering kali mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah, belum termasuk biaya beban bulanan minimum (*abonemen*) yang tinggi.
Untuk mengatasi kendala ini, papan kendali Sayuswa dilengkapi fitur bawaan **Dynamic Load Balancing (DLB)** yang dapat beroperasi pada dua tingkatan:
- Edge-Level Local Master-Slave DLB (Tanpa Ketergantungan Internet): Satu unit controller Sayuswa dikonfigurasi sebagai Master Controller yang terhubung langsung ke smart meter pemantau trafo gedung melalui kabel RS-485 Modbus RTU atau Ethernet lokal. Master Controller memantau konsumsi daya gedung non-EV (sistem chiller AC sentral, lift, penerangan) setiap 500 milidetik. Sisa kapasitas daya yang tersedia kemudian dibagi secara dinamis ke seluruh Slave Controller yang terhubung dalam satu kluster (mendukung hingga 32 unit charger). Komunikasi antar-controller berlangsung di jaringan lokal sehingga proteksi beban tetap berjalan 100% andal meskipun internet operator sedang terputus.
- Cloud-Level Smart Charging Profile: Server CSMS operator mengirimkan profil pengisian daya terencana (*Centralized Smart Charging Schedule*) berdasarkan tarif listrik waktu penggunaan (*Time-of-Use tariff / WBP & LWBP PLN*). Controller Sayuswa secara otomatis menaikkan batas arus pengisian saat tarif murah di tengah malam dan membatasi arus pengisian saat jam beban puncak sore hari.
Logika Alokasi Daya Equal Distribution vs Priority Queuing
Controller Sayuswa mendukung dua mode pembagian arus: (1) Equal Sharing, di mana seluruh mobil listrik yang tercolok mendapatkan porsi arus yang sama rata; dan (2) FIFO Priority / VIP Tagging, di mana armada operasional prioritas tinggi (seperti ambulans listrik atau shuttle bus bandara) yang diotentikasi dengan kartu RFID khusus akan dijamin mendapatkan alokasi arus penuh 32A, sementara kendaraan pengunjung reguler menerima porsi sisa daya secara proporsional.
5. Proteksi Listrik Kritis, Sensorik, & Legal Metrology MID
Keandalan perangkat keras stasiun pengisian daya diukur dari seberapa tangguh sistem mempertahankan integritas keselamatan saat terjadi gangguan jaringan listrik yang ekstrem. Sayuswa menyematkan instrumen pengaman tingkat lanjut langsung pada tata letak PCB:
A. Sensor Kebocoran Arus Residu DC 6mA (RDC-DD)
Mobil listrik modern menggunakan konverter AC-ke-DC (*On-Board Charger*) berbasis semikonduktor switching berfrekuensi tinggi. Jika isolasi internal OBC mengalami degradasi, arus bocor arus searah (DC residual current) dapat mengalir kembali ke jala-jala listrik AC gedung. Arus bocor DC sekecil 6 mA sudah cukup untuk menjenuhkan (*saturate*) inti ferit pada saklar proteksi Residual Current Device (RCD) Type A standar gedung, menyebabkan RCD menjadi "buta" dan gagal trip saat terjadi sengatan listrik pada manusia di bagian gedung lain. Controller Sayuswa mengintegrasikan modul pendeteksi RDC-DD berstandar IEC 62955 yang memutus kontaktor daya dalam waktu <10 milidetik begitu arus bocor DC mencapai ambang 6 mA, memastikan keamanan absolut pengguna stasiun pengisian.
B. Integrasi kWh Meter Berstandar MID (Measuring Instruments Directive)
Untuk transaksi komersial SPKLU di mana konsumen membayar berdasarkan jumlah kilowatt-hour (kWh) yang dikonsumsi, undang-undang metrologi legal dan regulasi Kementerian ESDM RI mensyaratkan penggunaan instrumen ukur yang memiliki akurasi terkalibrasi resmi (MID Class 1 atau Class 0.5). Controller Sayuswa menyediakan antarmuka RS-485 Modbus RTU terisolasi optocoupler 2.5 kV yang membaca register energi aktif total, voltase per fasa, arus per fasa, frekuensi, dan faktor daya secara kontinu. Firmware mengunci nilai kWh awal saat transaksi dimulai (*MeterStart*) dan nilai kWh akhir saat transaksi selesai (*MeterStop*), menyertakan stempel waktu atomik untuk mencegah sengketa penagihan tarif listrik.
C. Pemantauan Suhu Multi-Titik & Algoritma Thermal Derating
Pin konektor pengisian Type 2 dan kabel daya tembaga rentan mengalami kenaikan suhu ekstrem akibat kontak yang aus, kotoran debu, atau resistansi kontak yang meningkat. Controller Sayuswa membaca input analog dari probe sensor suhu NTC 10k atau RTD PT1000 yang dipasang pada soket konektor dan heatsink transistor kontaktor. Firmware menerapkan algoritma *multi-stage thermal derating*: jika suhu terdeteksi mencapai 75°C, arus pengisian diturunkan 50% secara otomatis; jika suhu terus merambat melampaui 85°C, sesi pengisian dihentikan seketika dan status fault dilaporkan ke dashboard CSMS.
6. Kesiapan Sertifikasi TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) di Indonesia
Dalam mendukung percepatan adopsi kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) nasional sesuai Perpres No. 55 Tahun 2019 dan Perpres No. 79 Tahun 2023, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perindustrian menetapkan kewajiban pemenuhan nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pada infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik, khususnya untuk proyek lelang pengadaan BUMN (seperti PLN, Pertamina, Jasamarga) dan instansi pemerintah daerah.
Banyak kontraktor EPC dan perakit charger lokal menghadapi hambatan besar karena menggunakan modul kontrol impor utuh (CBU) dari Tiongkok atau Eropa, yang menyebabkan nilai capaian TKDN produk wallbox atau charging pile mereka jatuh di bawah batas ambang 40%.
Dengan bermitra bersama **PT Sayuswa Multi Teknologi**, mitra produsen mesin charger mendapatkan nilai TKDN yang substansial:
- Kepemilikan Desain R&D Lokal: Seluruh berkas skematik elektronik (*schematics*), tata letak multilayer PCB (*Gerber files*), dan arsitektur firmware FreeRTOS dirancang oleh insinyur warga negara Indonesia di fasilitas rekayasa Sayuswa (Jakarta & Cibubur).
- Fabrikasi & Perakitan PCB SMT Lokal: Kami menyediakan jalur perakitan Surface Mount Technology (SMT) dan Through-Hole Component di fasilitas mitra manufaktur lokal di Indonesia dengan pengujian fungsional jig otomatis.
- Dokumentasi Lengkap untuk Audit Sucofindo / Surveyor Indonesia: Kami menyediakan seluruh berkas Bill of Materials (BOM), diagram alir perakitan (*manufacturing process flow*), bukti pembelian bahan baku lokal, serta sertifikasi kompetensi rekayasa perangkat lunak untuk mempermudah mitra memperoleh sertifikat TKDN resmi dengan nilai di atas 45%.
Kesesuaian Penuh Protokol OCPP 1.6-J & OCPP 2.0.1
Menjamin controller SPKLU produksi Anda dapat terhubung langsung dan berkomunikasi dua arah secara mulus dengan Charging Station Management System (CSMS) terkemuka di dunia dan Indonesia.
OCPP 1.6-J (Industry Workhorse)
Protokol paling mapan dan banyak diimplementasikan pada ekosistem SPKLU saat ini. Menggunakan format JSON melalui koneksi WebSocket persisten (ws:// atau wss://) untuk efisiensi transfer data nirkabel.
- Core Profile: BootNotification, Authorize, StartTransaction, StopTransaction, Heartbeat, StatusNotification, dan MeterValues.
- Smart Charging Profile: Menerima SetChargingProfile untuk pembatasan arus dinamis terjadwal (*scheduled load throttling*).
- Remote Trigger & Control: RemoteStartTransaction, RemoteStopTransaction, UnlockConnector, dan Reset (Soft/Hard).
- Firmware & Diagnostics: UpdateFirmware (FOTA via HTTPS) dan GetDiagnostics untuk pengunduhan log operasional charger.
- Local Auth List Management: Penyimpanan kartu RFID yang diizinkan di cache memori lokal saat koneksi internet putus.
OCPP 2.0.1 (Advanced Security & ISO 15118)
Standar mutakhir untuk infrastruktur masa depan. Menghadirkan model data modular, keamanan siber tingkat perbankan, dan persiapan integrasi Plug & Charge (ISO 15118).
- Security Profile 3: Enkripsi TLS 1.3 wajib dengan otentikasi timbal-balik berbasis sertifikat x.509 (*Mutual Authentication*).
- Device Model & Variable Monitoring: Manajemen komponen internal berbasis variabel granular (suhu heatsink, status relay, voltase bus).
- Kesiapan ISO 15118 Plug & Charge: Pengguna cukup mencolokkan nozzle charger; mobil dan stasiun saling mengotentikasi otomatis tanpa kartu RFID.
- Smart Charging Tingkat Lanjut: Dukungan kontrol beban kompleks berbasis batas daya aktif (kW) dan reaktif (kVAR).
- Peningkatan Manajemen Transaksi: Penyederhanaan alur TransactionEvent yang menggantikan multi-pesan pada OCPP 1.6.
Dynamic Load Balancing (DLB) Cerdas untuk Kawasan Bisnis & Gedung
Mengoptimalkan kapasitas daya listrik yang tersedia tanpa perlu meningkatkan langganan trafo PLN yang mahal. Controller Sayuswa memantau beban gedung secara real-time dan membagikan sisa daya secara adil ke seluruh charger yang aktif.
Alur 6 Langkah Pengembangan Controller EVSE
Pendekatan rekayasa bertahap yang memastikan kesesuaian form-factor enclosure, keandalan firmware RTOS, kelulusan uji interoperabilitas OCPP, dan kesiapan produksi massal.
Spesifikasi KAK & Regulasi
Penyusunan Kerangka Acuan Kerja (KAK) teknis bersama tim Anda: penentuan daya pengisian (AC 7kW/22kW atau DC Fast), standar konektor (Type 2/CCS2), profil OCPP sasaran, serta target capaian TKDN.
Desain Skematik & Multilayer PCB
Perancangan skematik elektronik dan tata letak papan sirkuit cetak multilayer dengan kalkulasi jarak isolasi (*creepage & clearance*), perlindungan interferensi elektromagnetik (EMC/EMI), serta penempatan komponen termal.
Firmware RTOS & Stack OCPP
Pemrograman firmware deterministik berbasis FreeRTOS, modulasi sinyal PWM Control Pilot IEC 61851-1, driver register Modbus kWh meter MID, dan integrasi stack OCPP 1.6J/2.0.1 dengan enkripsi TLS 1.3.
Uji Hardware-in-the-Loop (HIL)
Pengujian simulasi beban menggunakan EV Simulator Benchmarking: validasi transisi state A-F, pengukuran duty cycle PWM, simulasi arus bocor DC 6mA, uji proteksi pelekatan kontak, dan uji respon pemutusan darurat.
Interoperabilitas CSMS Cloud
Uji kompatibilitas komunikasi langsung ke platform backend CSMS klien (misal PLN Icon+, SteVe, CitrineOS, atau AMPECO): pengujian skenario otentikasi RFID, remote start/stop, streaming MeterValues, dan FOTA.
Perakitan Massal & Berkas TKDN
Penyusunan berkas fabrikasi Gerber, Bill of Materials (BOM) manufaktur lokal, panduan pengujian lini produksi (Functional Test Jig), pendampingan sertifikasi TKDN Kemenperin, serta garansi teknis berkelanjutan.
Kalkulator Kebutuhan Modul Controller SPKLU
Sesuaikan parameter daya pengisian, protokol, dan antarmuka periferal stasiun pengisian daya Anda untuk mendapatkan estimasi cakupan rekayasa awal dan konsultasi teknis via WhatsApp.
Dipercaya oleh Kontraktor EPC & Manufaktur EVSE
Komitmen kami terhadap keandalan perangkat keras, kepatuhan protokol OCPP, dan responsivitas dukungan teknis diakui oleh para pelaku industri kendaraan listrik di Indonesia.
Pertanyaan Kritis Seputar IoT Controller SPKLU & EVSE
Penjelasan mendalam seputar aspek rekayasa, kepatuhan regulasi internasional, kompatibilitas protokol OCPP, integrasi sensorik, dan prosedur kerja sama B2B bersama Sayuswa.
Wujudkan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Andal Berstandar Internasional & TKDN Lokal
Konsultasikan kebutuhan spesifikasi teknis, arsitektur skematik, dan strategi integrasi CSMS unit charger Anda bersama tim insinyur elektronika embedded PT Sayuswa Multi Teknologi.