Home Solutions Store Projects Contact
Solusi Enterprise IoT & Predictive Maintenance

Asset & Machine Monitoring System
Pemantauan Kondisi Mesin Real-Time & AI Predictive Maintenance

Tingkatkan efisiensi operasional pabrik Anda hingga batas maksimal. Sayuswa Teknologi menghadirkan solusi Asset & Machine Monitoring System berbasis IoT, sensor getaran FFT high-precision, infrared thermography, dan kecerdasan buatan (AI) untuk mencegah unplanned downtime, memperpanjang usia pakai aset kritis, serta memangkas biaya pemeliharaan secara drastis.

0 Unplanned
Downtime Target Mesin Kritis
ISO 10816-3
Standar Evaluasi Severity Getaran
< 50ms DAQ
High-Speed Spectrum Sampling
30% - 45%
Penghematan Biaya Maintenance

Revolusi Pemeliharaan Mesin: Dari Reaktif & Preventif Menuju Predictive Maintenance

Dalam industri manufaktur modern, kegagalan mesin mendadak (*unplanned downtime*) merupakan musuh utama efisiensi produksi. Setiap menit mesin mati secara tiba-tiba tidak hanya mengakibatkan hilangnya kapasitas output manufaktur, tetapi juga membengkakkan biaya perbaikan darurat, merusak komponen berantai, hingga membahayakan keselamatan kerja para operator pabrik.

Pendekatan Reaktif (Run-to-Failure)

Mesin dibiarkan beroperasi tanpa pemantauan hingga terjadi kegagalan fatal. Akibatnya, kerusakan menjalar ke rotor, bearing, dan komponen penggerak lain. Biaya perbaikan sangat tinggi, suku cadang sering tidak siap, dan jalur produksi terhenti tanpa kepastian waktu.

Pendekatan Preventif Terjadwal

Pemeliharaan dilakukan secara berkala berdasarkan jam operasi atau kalender rutin (misal: penggantian oli atau bearing setiap 3 bulan). Kekurangannya: banyak komponen yang sebenarnya masih sangat layak terpaksa diganti terlalu cepat (pemborosan anggaran), atau justru komponen rusak sebelum jadwal service tiba.

Sayuswa Predictive Maintenance (PdM)

Pemantauan kondisi fisik mesin (getaran, suhu, pelumasan, kelistrikan) secara kontinu 24/7 dengan sensor IoT. Algoritma AI memprediksi sisa umur pakai aset (RUL - Remaining Useful Life) dan memberikan peringatan dini minggu sebelum kegagalan terjadi, memungkinkan perbaikan terencana dengan biaya minimal.

Mengapa Monitoring Kesehatan Aset Industri Sangat Kritis?

Berdasarkan studi industri manufaktur global, lebih dari 45% kerusakan mesin mekanis disebabkan oleh kegagalan bearing dan unbalance rotor yang sebenarnya bisa dideteksi hingga 60 hari lebih awal melalui analisis spektrogram getaran FFT. Solusi Asset & Machine Monitoring Sayuswa memberikan visibilitas penuh terhadap kondisi kesehatan fisik (*health index*) seluruh aset pabrik Anda dalam satu layar terpusat.

Interactive Asset Dashboard

Dashboard Monitoring & Analisis Spektrum FFT Real-Time

Platform Sayuswa Asset Monitoring memberikan antarmuka interaktif yang menyajikan data grafik tren getaran RMS, spektrogram FFT 3-axis, peta panas suhu bearing, indikator efisiensi OEE, serta alarm ambang batas secara real-time dari seluruh fasilitas pabrik Anda.

  • Peta Lokasi Aset 3D Digital Twin Interaktif
  • Analisis FFT Velocity RMS & Acceleration Envelope (gE)
  • Peringatan Multi-Channel via WhatsApp, Email, & Sirene SCADA
Dashboard Asset & Machine Monitoring Sayuswa Teknologi
Fitur & Modalitas Pemantauan

12 Kapabilitas Utama System Monitoring Mesin & Aset Sayuswa

Kami menggabungkan multi-sensor fisik berkualitas tinggi dengan Edge Computing DAQ untuk memantau setiap parameter vital mesin rotating maupun non-rotating.

1. Vibration & Spectral FFT Analysis

Pemantauan getaran 3-axis (Triaxial Accelerometer) dengan analisis Spektrum FFT (Fast Fourier Transform), Velocity RMS, Acceleration Envelope (gE), dan Demodulasi. Mampu mengidentifikasi secara presisi gejala bearing wear, unbalance, misalignment, dan looseness mekanis sebelum komponen rusak.

2. Infrared Thermal Monitoring & Heatmap

Integrasi sensor inframerah Pyrometer dan kamera termal industrial secara terus menerus untuk mendeteksi kenaikan suhu abnormal pada housing bearing, stator motor, permukaan gearbox, serta koneksi busbar panel listrik tanpa kontak fisik.

3. Acoustic Ultrasound Anomaly Detection

Deteksi gelombang suara frekuensi tinggi (20 kHz hingga 100 kHz) untuk menangkap gesekan tahap awal mikroskopis pada bearing, kebocoran tekanan kompresor/gas vakum, serta fenomena *partial discharge* atau *arcing* listrik yang tidak dapat didengar telinga manusia.

4. Electrical Signature & MCSA Analytics

Motor Current Signature Analysis (MCSA) dan pemantauan Power Quality (THD, Unbalance Voltage, Harmonic Distortion) untuk mengidentifikasi kerusakan batang rotor (*broken rotor bars*), isolasi winding stator yang aus, serta efisiensi konsumsi energi listrik motor.

5. Oil & Lubrication Quality Monitoring

Sensor kualitas oli in-line untuk memantau perubahan viskositas pelumas, konstanta dielektrik, kontaminasi kandungan air (water-in-oil), dan deteksi partikel serpihan logam (*ferrous debris counter*) pada gearbox industri berukuran besar.

6. Rotational Speed & Strobe RPM Tracking

Pemantauan Kecepatan Putaran (RPM) berbasis sensor optik/laser atau Hall Effect proximity. Membantu menghitung nilai slip motor listrik, fluktuasi torsi mekanis, dan memvalidasi rasio transmisi pulley maupun gear.

7. Pressure, Flow & Hydraulic Health

Pemantauan tekanan kerja hidrolik/pneumatik, perbedaan tekanan (*differential pressure*) pada filter pelumas untuk deteksi penyumbatan, serta debit aliran (*flow rate*) pendingin cair pada unit chiller mesin CNC.

8. Operating Hours & RUL Analytics

Tracking jam akumulasi operasi aktual (*runtime counter*) secara akurat tanpa bergantung pada estimasi manual. Perhitungan Remaining Useful Life (RUL) otomatis memprediksi sisa estimasi hari kerja aman sebuah komponen.

9. Machine Learning Anomaly Detection

Model AI Machine Learning (Autoencoder & Isolation Forest) secara mandiri mempelajari pola operasional normal mesin (*baseline creation*) dan mengenali anomali kecil yang belum menyentuh batas alarm keras.

10. Automatic Work Order Generation

Integrasi langsung dengan sistem CMMS (Computerized Maintenance Management System) atau SAP ERP. Ketika tren anomali terdeteksi, sistem memicu pendaftaran tiket Work Order otomatis lengkap dengan spesifikasi komponen & lokasi mesin.

11. Real-Time 3D Digital Twin

Visualisasi model CAD 3D interaktif dari unit mesin pabrik. Setiap komponen (bearing, motor, pompa) diwarnai secara dinamis (Hijau, Kuning, Merah) berdasarkan indeks kesehatan (*Health Index*) secara real-time.

12. ISO 10816 & ISO 20816 Compliance

Sistem dilengkapi dengan template evaluasi kepatuhan ambang batas internasional ISO 10816-3 dan ISO 20816 untuk berbagai kelas daya mesin (Class I Small Machines hingga Class IV Heavy Rigid Foundation Turbines).

Analisis Kegagalan Mekanis

5 Mode Kegagalan Kritis pada Mesin Rotating & Diagnosa Spektrogram FFT

Memahami akar penyebab (*root cause analysis*) dari getaran abnormal pada mesin berputar adalah kunci utama dalam merancang tindakan pencegahan yang akurat.

01

Kegagalan Bearing Rolling Element (Keausan Ball & Raceway)

Bearing merupakan komponen paling rentan mengalami aus akibat pelumasan yang kurang, kontaminasi debu/air, atau beban berlebih. Kerusakan bearing ditandai oleh munculnya frekuensi cacat spesifik pada spektrogram getaran FFT yang terbagi menjadi empat tahap perkembangan kerusakan:

BPFO (Outer Race): Cacat pada Cincin Luar Bearing. Muncul sebagai puncak frekuensi nonsinkronis frekuensi tinggi pada tahap awal (Envelope Acceleration).
BPFI (Inner Race): Cacat pada Cincin Dalam Bearing. Sering disertai modulasi frekuensi putaran 1X RPM karena elemen rolling bergerak melewati area beban.
BSF (Ball Spin): Cacat pada Bola/Roller Bearing. Menghasilkan harmonisa frekuensi berputar elemen roll dan temperatur housing naik tajam.
FTF (Fundamental Train): Cacat pada Sangkar Bearing (Cage). Merupakan indikasi tingkat kerusakan sangat parah di mana sangkar retainer patah.
02

Unbalance Rotor (Ketidakseimbangan Massa Berputar)

Unbalance terjadi ketika pusat massa rotor tidak berimpit dengan pusat sumbu putarannya. Hal ini disebabkan oleh penumpukan kotoran pada kipas/impeller, ausnya sudut blade, atau kehilangan timah balancing. Gejala khas pada grafik FFT adalah munculnya dominansi sinyal getaran sinusoidal murni pada frekuensi 1X RPM (1 kali kecepatan putar). Getaran bernilai tinggi terutama pada arah radial (horizontal dan vertikal) serta berbanding lurus dengan kuadrat kecepatan putaran mesin.

03

Shaft Misalignment (Penyimpangan Kelurusan Poros)

Misalignment terjadi ketika garis tengah poros motor dan poros beban (misal: gearbox atau pompa) tidak segaris murni. Misalignment terbagi menjadi dua kategori utama:

Angular Misalignment (Miring): Poros membentuk sudut pada titik kopling. Menghasilkan getaran aksial tinggi pada frekuensi 1X RPM dan 2X RPM dengan beda fase 180° di sepanjang kopling.
Parallel Misalignment (Sejajar): Poros sejajar tetapi tergeser offset. Menghasilkan getaran radial tinggi pada frekuensi 2X RPM dominan, diikuti oleh 1X RPM.
04

Mechanical Looseness (Kelonggaran Struktur & Komponen)

Kelonggaran mekanis terjadi akibat kendurnya baut pengikat kaki mesin (*soft foot*), retaknya pondasi beton, atau ausnya celah toleransi antara bodi bearing dan rumahnya. Pada spektrogram FFT, kelonggaran mekanis ditandai dengan kemunculan harmonisa beruntun yang sangat banyak (1X, 2X, 3X, 4X, hingga 10X RPM) atau sub-harmonisa (0.5X RPM), mencerminkan gerakan benturan yang tidak linear saat mesin berputar.

05

Gear Tooth Wear & Pitch Line Defects

Kerusakan roda gigi pada gearbox industri menghasilkan sinyal spesifik yang disebut Gear Mesh Frequency (GMF), yaitu hasil perkalian antara jumlah gigi (Z) dengan frekuensi putaran shaft (RPM/60). Jika terjadi aus merata, amplitudo GMF akan meningkat. Jika terjadi gigi patah atau retak pada satu posisi, GMF akan dikelilingi oleh pita samping (*sidebands*) yang berjarak sama dengan frekuensi putaran shaft roda gigi yang mengalami kecacatan tersebut.

Instalasi Sensor Monitoring Mesin Pabrik Sayuswa
Hardware & Field Installation

Instalasi Sensor Industri Kelas Berat & Konektivitas Wireless LoRaWAN / Ethernet

Perangkat keras sensor Sayuswa dirancang khusus untuk menghadapi lingkungan industri ekstrim (IP67/IP68, tahan getaran hingga 50g, suhu operasi -40°C hingga +125°C, sertifikasi ATEX/IECEx untuk area berbahaya Zone 1/2).

Piezoelectric Triaxial
Respon frekuensi hingga 10 kHz
Wireless Mesh Node
Daya baterai tahan hingga 5 tahun
Teknologi Komunikasi Industri

Perbandingan Protokol Komunikasi IoT Industri (LoRaWAN vs Cellular 4G vs Wi-Fi vs RS485)

Memilih arsitektur jaringan yang tepat sangat menentukan keandalan transmisi data kesehatan aset pabrik Anda.

Kriteria Jaringan LoRaWAN Industrial Cellular 4G LTE / NB-IoT Industrial Wi-Fi / HaLow Wired RS485 Modbus / Ethernet
Jangkauan Sinyal (Coverage) Sangat Jauh (2-5 km di pabrik) Tergantung Menara Seluler Pendek (100-300 meter) Hingga 1.200 meter (Kabel RS485)
Penetrasi Dinding Logam Tinggi (Frekuensi Sub-GHz) Sedang Rendah (Terhalang Tangki/Baja) Sangat Tinggi (Kabel Fisik Shielded)
Konsumsi Daya Sensor Sangat Hemat (Baterai 3-5 thn) Sedang sd Tinggi Tinggi (Butuh Charger/Power) Wired Power Supply (24VDC)
Bandwidth & Data Rate Rendah (FFT Feature Metrics) Tinggi (Full Waveform Data) Sangat Tinggi Tinggi & Tanpa Latensi Wireless
Keandalan Lingkungan Pabrik Sangat Cocok untuk Aset Tersebar Cocok untuk Remote Location Cocok untuk Area Terbuka Standar Emas untuk Mesin Kritis Utama
Standar Kualitas Getaran

Panduan Standar Internasional Evaluasi Getaran Mesin ISO 10816-3

Sistem Sayuswa secara otomatis membandingkan nilai pengukuran Velocity RMS (mm/s) getaran mesin Anda terhadap acuan zona tingkat bahaya internasional ISO 10816-3.

ZONA A (GOOD)

Kondisi Mesin Baru / Sangat Baik

Getaran mesin berada pada tingkat ideal di bawah 1.4 mm/s RMS. Mesin beroperasi sangat halus tanpa risiko gesekan abnormal atau keausan prematur.

ZONA B (ACCEPTABLE)

Operasi Normal Jangka Panjang

Getaran berkisar antara 1.4 hingga 2.8 mm/s RMS. Mesin aman beroperasi tanpa batas waktu tanpa tindakan pemeliharaan darurat.

ZONA C (ALERT / WARNING)

Peringatan Keausan Komponen

Getaran mencapai 2.8 hingga 4.5 mm/s RMS. Mesin masih dapat beroperasi terbatas tetapi jadwal perbaikan harus segera direncanakan.

ZONA D (DANGER / SHUTDOWN)

Bahaya Kerusakan Fatal

Getaran melampaui 4.5 mm/s RMS. Mesin berisiko tinggi mengalami kerusakan fatal dalam waktu singkat. Disarankan tindakan trip/shutdown otomatis.

Sistem Arsitektur Terpadu

Arsitektur Hirarki 4-Lapisan Asset Monitoring Sayuswa

Struktur integrasi yang andal dari sensor fisik hingga kecerdasan cloud analytics menjamin ketersediaan data secara aman dan berkecepatan tinggi.

Layer 1: Field Level

Sensors & Transducers

Sensor akselerometer getaran (IEPE/MEMS), sensor suhu PT100/Thermocouple/Infrared, CT transformer arus listrik, sensor tekanan hidrolik 4-20mA, dan sensor partikel oli in-line.

Layer 2: Edge DAQ

High-Speed Data Acquisition

Modul DAQ Edge dengan sampling rate tinggi (hingga 50 kS/s per channel) untuk melakukan eksekusi FFT gelombang getaran lokal secara instan tanpa membebani bandwidth jaringan.

Layer 3: Network Gateway

Industrial IoT Gateway

Gateway komunikasi industri multifungsi yang mendukung protokol RS485 Modbus RTU, Ethernet/IP, OPC UA, LoRaWAN wireless mesh, dan enkripsi MQTT TLS 1.3 untuk transmisi aman.

Layer 4: Software Cloud

Asset Health Platform & AI

Server Dashboard terpusat (On-Premise atau Cloud Server). Menyediakan analisis tren jangka panjang, algoritma AI Machine Learning, laporan kepatuhan ISO, dan pembuatan Work Order ke CMMS.

Aplikasi Lintas Industri

Solusi Pemantauan untuk 8 Jenis Aset Mesin Industri Kritis

Sayuswa Asset Monitoring dapat disesuaikan untuk berbagai jenis peralatan mesin produksi pada pabrik manufaktur, utilitas pembangkit, hingga fasilitas pertambangan.

1. Motor Listrik & Pompa Sentrifugal

Pemantauan aksial/radial vibration, suhu bearing impeller, kavitasi cairan pada pompa, dan konsumsi daya listrik arus 3-fasa.

2. Heavy Industrial Gearbox

Deteksi dini aus pada roda gigi (*gear mesh frequency*), kelelahan pitting pada gigi, suhu minyak pelumas, dan kandungan partikel serpihan besi.

3. Air Compressor & Blower Units

Monitoring efisiensi tekanan output kompresor sekrup/piston, suhu discharge udara, kebocoran udara bertekanan ultrasound, serta getaran blower ekstrusi.

4. Mesin CNC Milling & Bubut

Deteksi chattering pisau potong, kepresisian spindel high-speed, suhu pendingin coolant, dan gaya tekan sumbu servomotor.

5. Hydraulic Power Unit (HPU)

Pemantauan tekanan kerja silinder hidrolik, suhu minyak hidrolik, kontaminasi partikel pelumas, dan performa katup solenoid.

6. Boiler & Turbine Steam

Monitoring getaran ekspansi diferensial turbin uap, suhu ruang bakar boiler, tekanan steam drum, serta efisiensi heat exchanger.

7. Chiller Industrial & Cooling Tower

Monitoring getaran fan kipas pendingin cooling tower, tekanan gas refrigran kompresor chiller, dan suhu air kondensor.

8. Conveyor System & Material Handling

Deteksi slip sabuk conveyor, suhu bearing drum idler, misalignment rantai penggerak, dan kelelahan motor penggerak material.

Tahapan Integrasi Sistem

5 Langkah Metodologi Implementasi Asset Monitoring Sayuswa

Kami menerapkan pendekatan terstruktur untuk memastikan keberhasilan instalasi tanpa mengganggu alur produksi pabrik yang sedang berjalan.

FASE 1

Audit & Criticality Analysis

Pemetaan seluruh aset mesin pabrik, penilaian tingkat kritis (*FMEA/FMECA*), serta penentuan parameter fisik vital yang wajib dipantau.

FASE 2

Sensor Mounting & DAQ Setup

Pemasangan sensor getaran/suhu secara permanen (magnetic stud/adhesive/threaded bolt), pengkabelan industrial grade, dan setup Edge DAQ.

FASE 3

IoT Gateway & Network Integration

Konfigurasi jaringan komunikasi industri (LoRaWAN/Ethernet Modbus), integrasi keamanan firewall, dan sinkronisasi ke server dashboard.

FASE 4

Baseline & AI Machine Learning

Pengumpulan data awal selama 14-30 hari untuk membentuk baseline pola operasi normal dan melatih model deteksi anomali AI.

FASE 5

Commissioning & Training

Pengujian alur alarm otomatis, integrasi tiket Work Order CMMS, serta pelatihan lengkap untuk tim maintenance pabrik.

Matriks Spesifikasi Teknis Perangkat & Sensor

Standar keandalan spesifikasi hardware pabrikan industrial grade yang digunakan pada solusi Asset Monitoring Sayuswa Teknologi.

Komponen / Modul Parameter Spesifikasi Utama Standar Industri & Sertifikasi Keunggulan Proteksi & Fitur
Triaxial Vibration Sensor (Piezoelectric) Frequensi Response 0.5 Hz - 10 kHz, Sensitivitas 100 mV/g, Dynamic Range ±50g ISO 10816-3, ISO 20816, CE, RoHS IP68 Stainless Steel 316L, Magnet Mount 25 kg Pull Force, ATEX Zone 1
Wireless IoT Vibration Node (LoRaWAN) Sampling Rate 26.6 kHz, Battery Life 3-5 Tahun (Replaceable LiSOCl2), Freq Band 920-923 MHz LoRaWAN Regional AS923, SDPPPI Kominfo Enclosure Polycarbonate IP67, Mesh Hop Protocol, Internal Temp Sensor
Infrared Spot & Thermal Camera Rentang Suhu -20°C sd +500°C, Akurasi ±1.5°C, Thermal Sensitivity <50mK IEC 60529, IEC 60068 Shock & Vibration Housing Aluminium IP66, Output RS485 Modbus / Ethernet RTSP Video
In-Line Oil Quality & Wear Debris Sensor Viscosity 0-500 cSt, Water Content 0-100% RH, Ferrous Particle Detection >40 µm ASTM D445 Calibration, ISO 4406 Cleanliness High Pressure Resistance up to 400 Bar, Direct Port Thread Mounting
Industrial IoT DAQ Gateway Unit Quad-Core ARM CPU, 4GB RAM, 8x RS485 Channel, 2x Gigabit Ethernet, Dual SIM 4G LTE IEC 61000-6-2/4 Heavy Industrial EMC DIN-Rail Mount, Wide Input Voltage 9-36VDC, Hardware Watchdog Timer
Analisis Dampak Finansial (ROI)

Kalkulasi Penghematan & Pengembalian Investasi (ROI)

Studi kasus simulasi penghematan nyata pada fasilitas pabrik manufaktur skala menengah dengan 50 unit mesin berdaya kritis tinggi.

Sebelum Menggunakan Sayuswa Monitoring
  • Rata-rata Unplanned Downtime: 42 jam/tahun
  • Biaya Kerugian Downtime: Rp 420.000.000,- /tahun
  • Biaya Perbaikan Darurat & Sparepart: Rp 180.000.000,-
  • Total Biaya Kerusakan Aset: Rp 600.000.000,- /tahun
Setelah Menggunakan Sayuswa Predictive Maintenance
  • Penurunan Unplanned Downtime hingga 85%
  • Kerugian Downtime Berkurang Menjadi: Rp 63.000.000,-
  • Efisiensi Biaya Perbaikan & Sparepart: Rp 72.000.000,-
  • Total Penghematan Finansial Bersih: Rp 465.000.000,- /tahun
Estimasi Period Payback (ROI)
3.8 Bulan

Seluruh investasi instalasi sistem monitoring mesin Sayuswa Teknologi terbayar kembali sepenuhnya dalam kurun waktu kurang dari 4 bulan operasional.

SOP & Tata Kelola Pemeliharaan

SOP Eskalasi Darurat Alarm Kritis & Jadwal Kalibrasi Sensor

Memastikan tindak lanjut yang cepat dan tepat saat terjadi anomali serta menjamin akurasi pengukuran sensor secara berkelanjutan.

4 Langkah SOP Penanganan Alarm Kritis (Zona D)

  1. Deteksi & Peringatan Otomatis: Sistem mengirimkan push notification via WhatsApp, Email, dan mengaktifkan sirene lampu strobo di ruang kontrol SCADA dalam waktu kurang dari 2 detik setelah batas Zona D terlampaui.
  2. Verifikasi Lapangan Fast-Track: Reliability Engineer melakukan pengecekan visual awal dan memverifikasi sinyal getaran menggunakan alat ukur portable FFT analyzer untuk memastikan tidak terjadi kesalahan sinyal palsu (*false positive*).
  3. Pengisolasian & LOTO (Lockout-Tagout): Jika getaran terus membahayakan, tim mekanis mengeksekusi prosedur penghentian aman mesin (*safe shutdown*) dan memasang kunci isolasi energi LOTO sebelum melakukan pembongkaran.
  4. Perbaikan & Reset Baseline AI: Setelah penggantian bearing atau balancing rotor selesai, sistem Sayuswa melakukan kalibrasi ulang dan menginisialisasi titik acuan *baseline data* yang baru.

Jadwal Pemeliharaan & Kalibrasi Perangkat IoT

  • Inspeksi Visual Bulanan: Pengecekan kondisi fisik kabel sensor, kekencangan dudukan magnetik, dan kebersihan lensa kamera termal.
  • Kalibrasi Zero-Offset 6-Bulanan: Verifikasi nilai acuan nol pada sensor tekanan hidrolik dan pyrometer inframerah.
  • Rekalibrasi Frekuensi Tahunan: Uji sweep frekuensi akselerometer getaran sesuai standar ISO 17025 di laboratorium kalibrasi terakreditasi.
  • Penggantian Baterai 3-5 Tahun: Pembaruan sel baterai Lithium LiSOCl2 pada modul node wireless LoRaWAN tanpa mengganggu mounting bodi.
Pertanyaan Umum (FAQ)

Tanya Jawab Teknis Asset & Machine Monitoring

Jawaban teknis lengkap mengenai pemilihan sensor, metode instalasi, dan integrasi data.

1. Apakah sensor getaran Wireless (LoRaWAN) seandal sensor Wired berkabel?
2. Bagaimana menentukan batas ambang alarm (Alarm Threshold) untuk getaran mesin?
3. Bisakah sistem ini diintegrasikan ke PLC dan SCADA lama (Legacy System) yang sudah ada?
4. Apakah data operasional mesin pabrik saya aman jika tersambung ke Cloud?
5. Berapa lama umur baterai sensor Wireless dan bagaimana penggantiannya?
6. Bagaimana metode mounting atau pemasangan sensor getaran pada bodi mesin?
7. Bisakah sistem memicu pendaftaran tiket Work Order otomatis ke CMMS / SAP ERP kami?
8. Berapa lama garansi dan bagaimana layanan purna jual dari Sayuswa Teknologi?

Siap Mengeliminasi Unplanned Downtime Pabrik Anda?

Jadwalkan konsultasi teknis & site-survey gratis bersama tim ahli IoT & Vibration Engineer Sayuswa Teknologi. Dapatkan analisis kelayakan dan rancangan arsitektur pemantauan mesin sesuai anggaran Anda.

S
Tim Technical & Sales Engineer
🟢 Online • Respon < 5 Menit
Halo! 👋 Selamat datang di PT Sayuswa Multi Teknologi. Ada proyek Industrial IoT, SCADA, Otomasi, atau Custom Software yang ingin Anda konsultasikan hari ini?
00:03
Topik Diskusi Cepat (1-Click):