Home Solutions Store Projects Contact
ISO 10816 / ISO 20816 Standard • FFT Spectrum Engine • Predictive Maintenance

Jasa Monitoring Vibrasi Mesin Industri
& Predictive Maintenance Real-Time

Layanan rekayasa pemantauan getaran mesin online berbasis IoT dan analisis spektrum Fast Fourier Transform (FFT). Lindungi aset kritis motor listrik, pompa sentrifugal, gearbox, dan blower pabrik Anda dari kerusakan fatal dengan deteksi dini anomali mekanikal berminggu-minggu sebelum terjadi unplanned downtime.

10 kHz
Sampling Bandwidth Akselerometer
< 0.1 mm/s
Resolusi Velocity RMS
44+ Pabrik
Klien Monitoring B2B Indonesia
3 - 6 Bulan
Deteksi Awal Cacat Bearing (P-F)
Interactive Vibration Laboratory

Konsol Diagnostik Spektrum FFT & Evaluator ISO 10816

Simulasikan kondisi getaran mesin secara real-time. Amati perubahan amplitudo Velocity RMS (mm/s), percepatan impak (g), serta pola spektrum FFT pada kondisi operasi normal, ketidakseimbangan massa (*unbalance*), dan cacat cincin bantalan (*bearing outer race fault*).

SAYUSWA-VIB-ANALYZER v5.2 • Edge FFT & ISO 10816 Engine
1.45
Velocity RMS (mm/s)
0.38
Acceleration Peak (g)
Live FFT Frequency Spectrum (0 - 2,000 Hz)
Shaft Speed: 1,485 RPM (Fundamental 1X = 24.75 Hz)
ISO 10816: ZONE A (GOOD)
[FFT_DIAGNOSTIC] Fundamental 1X Peak: 1.1 mm/s @ 24.8 Hz • Harmonics 2X/3X Clean • Bearing Baseline Clear • ISO Zone A Status OK
Reliability Engineering Imperative

Mengapa Monitoring Vibrasi Online Wajib Diterapkan?

Metode inspeksi rute manual berkala menggunakan alat ukur portabel menyisakan celah risiko besar di antara jadwal kunjungan. Vibrasi adalah bahasa pertama yang dibicarakan mesin saat mulai mengalami kerusakan.

Memaksimalkan P-F Interval (3 - 6 Bulan)

Kurva P-F (Potential Failure to Functional Failure) membuktikan bahwa getaran frekuensi tinggi mendeteksi retakan mikro pada raceway bearing hingga 6 bulan sebelum mesin menimbulkan panas, suara bising, dan akhirnya macet total (*catastrophic seizure*).

  • Deteksi tahap 1: Emisi akustik ultrasonik & High-Frequency Spike
  • Deteksi tahap 2: Kenaikan frekuensi harmonik cacat bearing BPFO/BPFI
  • Deteksi tahap 3: Kenaikan nilai getaran keseluruhan (Overall Velocity)

Mencegah Kerusakan Berantai (Secondary Damage)

Bearing yang aus jika dibiarkan berputar akan memicu panas berlebih, melonggarkan poros (*shaft scoring*), merusak belitan stator motor listrik, dan menghancurkan gigi transmisi gearbox. Mengganti bearing tepat waktu menghemat hingga 80% biaya perbaikan.

  • Menghindari penggantian poros dan rewinding motor listrik
  • Menjadwalkan perbaikan pada saat shift henti produksi terencana
  • Terhubung langsung ke pilar utama Jasa Monitoring Sensor Industri

Meningkatkan Availability & OEE Pabrik

Dengan menghilangkan kegagalan mendadak pada mesin konveyor, pompa sirkulasi pendingin, dan blower pembakaran, lini produksi Anda beroperasi dengan ketersediaan (*Availability*) tinggi yang langsung mendongkrak skor OEE (Overall Equipment Effectiveness) pabrik.

  • Pengurangan downtime tak terencana rata-rata 35% – 50%
  • Riwayat tren vibrasi digital untuk laporan audit ISO 9001 & ISO 55001
  • Notifikasi darurat terkirim dalam waktu < 2 detik ke grup teknisi
International Standard Compliance

Matriks Evaluasi Keparahan Getaran Standar ISO 10816-3

Sistem Sayuswa secara otomatis mengklasifikasikan getaran mesin Anda ke dalam empat zona evaluasi standar global ISO 10816-3 / ISO 20816-3 berdasarkan daya motor dan tipe pemasangan fondasi mesin.

Zona Evaluasi ISO Kondisi Operasional Mesin Kelas I: Mesin Kecil (<15 kW) Kelas II: Mesin Sedang (15 - 75 kW) Kelas III: Mesin Besar Fondasi Kaku (>75 kW) Kelas IV: Mesin Besar Fondasi Fleksibel (>75 kW)
ZONA A Kondisi mesin baru / prima setelah overhaul < 0.71 mm/s < 1.12 mm/s < 1.80 mm/s < 2.80 mm/s
ZONA B Operasi normal jangka panjang tanpa batasan 0.71 – 1.80 mm/s 1.12 – 2.80 mm/s 1.80 – 4.50 mm/s 2.80 – 7.10 mm/s
ZONA C Peringatan degradasi • Butuh jadwal perbaikan 1.80 – 4.50 mm/s 2.80 – 7.10 mm/s 4.50 – 11.2 mm/s 7.10 – 18.0 mm/s
ZONA D Bahaya kritis • Risiko kerusakan seketika > 4.50 mm/s > 7.10 mm/s > 11.2 mm/s > 18.0 mm/s
Advanced Signal Processing

Anatomi Spektrum Frekuensi & Diagnosa Kerusakan Mekanikal

Nilai getaran keseluruhan (*overall RMS*) hanya memberi tahu bahwa mesin bermasalah. Analisis spektrum FFT (*Fast Fourier Transform*) dan *Envelope Demodulation* memberi tahu Anda dengan tepat komponen apa yang rusak.

Ketidakseimbangan Massa (Unbalance)

Disebabkan oleh penumpukan kotoran pada sudu impeller fan, keausan tidak merata, atau hilangnya bobot penyeimbang (*balancing weight*). Menghasilkan gaya sentrifugal dinamis $F = m \cdot r \cdot \omega^2$ yang berputar seirama kecepatan poros.

  • Karakteristik FFT: Puncak dominan tunggal tajam pada frekuensi fundamental putar poros (1X RPM).
  • Arah Getaran: Dominan pada arah Radial (Horizontal & Vertikal) dengan beda fasa sekitar 90°.
  • Rekomendasi Sayuswa: Layanan on-site dynamic balancing rotor 1-plane atau 2-plane.

Ketidaksejajaran Poros (Misalignment)

Terjadi ketika garis sumbu rotasi antara poros motor penggerak dan poros pompa/kompresor tidak sejajar sempurna (*angular* atau *parallel misalignment*). Membebani kopling secara siklis dua kali per putaran.

  • Karakteristik FFT: Puncak tinggi pada harmonik 2X RPM dan 3X RPM, disertai beda fasa 180° melintasi kopling.
  • Arah Getaran: Dominan pada arah Aksial (sejajar poros) dan Radial.
  • Rekomendasi Sayuswa: Pengecekan laser shaft alignment presisi toleransi < 0.05 mm.

Cacat Elemen Bantalan (Bearing Faults)

Kerusakan pada raceway luar (BPFO), raceway dalam (BPFI), bola/roller (BSF), atau sangkar bantalan (FTF) akibat kelelahan logam (*micro-spalling*) atau pelumasan buruk (*inadequate grease*).

  • Karakteristik FFT: Puncak harmonik non-integer dengan *sideband* modulasi frekuensi putar poros (1X RPM).
  • Metode Deteksi: *High Frequency PeakVue / Acceleration Enveloping Demodulation*.
  • Rekomendasi Sayuswa: Penggantian bearing terencana sebelum flaking dan overheating meluas.

Kelonggaran Mekanikal (Mechanical Looseness)

Disebabkan oleh baut pengikat pondasi kaki mesin longgar (*structural looseness*) atau celah bearing ke housing terlalu longgar (*internal looseness*), menghasilkan benturan mekanis non-linear.

  • Karakteristik FFT: Rangkaian deretan panjang harmonik (1X, 2X, 3X, 4X, hingga 10X RPM) dan sub-harmonik (0.5X RPM).
  • Bentuk Gelombang: Gelombang waktu terdistorsi terpotong (*truncated asymmetric waveform*).
  • Rekomendasi Sayuswa: Torsi ulang baut pondasi dan inspeksi toleransi pas bearing housing.

Kerusakan Roda Gigi (Gear Mesh Fault)

Keausan pada profil involute gigi gearbox, gigi retak (*chipped tooth*), atau beban berlebih yang memicu lonjakan getaran pada frekuensi jalinan gigi (*Gear Mesh Frequency - GMF*).

  • Karakteristik FFT: Puncak pada frekuensi $GMF = N_{teeth} \times RPM$, dikelilingi sideband kecepatan rotasi poros.
  • Teknik Analisis: *Time Synchronous Averaging (TSA)* dan Circular Kurtosis.
  • Rekomendasi Sayuswa: Inspeksi borescope endoskopi gearbox & analisis kontaminasi oli.

Kavitasi Pompa Sentrifugal (Cavitation)

Terbentuk dan pecahnya gelembung uap cairan secara implosif di dalam rumah volute pompa akibat tekanan suction turun di bawah tekanan uap jenuh fluida (NPSHa < NPSHr).

  • Karakteristik FFT: Peningkatan derau acak frekuensi tinggi (*broadband noise mound*) di atas 2.000 Hz.
  • Dampak Mekanikal: Erosi lubang-lubang mikro (*pitting*) pada permukaan sudu impeller pompa.
  • Rekomendasi Sayuswa: Evaluasi aliran inlet, throttling valve, & sensor tekanan pipa.

Rumus Matematis Frekuensi Cacat Bearing (Kalkulasi Otomatis Edge Gateway)

Diintegrasikan langsung pada firmware Edge Gateway Sayuswa untuk mendeteksi lokasi kerusakan spesifik
1. BPFO (Ball Pass Frequency Outer Race):
BPFO = (n / 2) × RPM × [ 1 - (d / D) × cos(α) ]

Menghitung frekuensi bola menabrak retakan di raceway luar yang diam. Menghasilkan puncak spektrum tanpa sideband poros yang kuat.

2. BPFI (Ball Pass Frequency Inner Race):
BPFI = (n / 2) × RPM × [ 1 + (d / D) × cos(α) ]

Menghitung bola melintasi retakan di raceway dalam yang berputar. Selalu disertai modulasi amplitudo dan sideband rapat 1X RPM.

3. BSF (Ball Spin Frequency):
BSF = (D / 2d) × RPM × [ 1 - ((d / D) × cos(α))² ]

Menghitung frekuensi putaran bola bantalan pada porosnya sendiri. Puncak ini muncul saat bola bantalan cacat atau terkelupas.

4. FTF (Fundamental Train Frequency / Cage):
FTF = (1 / 2) × RPM × [ 1 - (d / D) × cos(α) ]

Menghitung frekuensi putaran sangkar penahan bola bantalan (cage). Kerusakan FTF mengindikasikan sangkar retak atau patah.

Enterprise Telemetry Flow

Arsitektur Alur Sistem Monitoring Vibrasi 5-Node

Dari penangkapan sinyal getaran fisik mikro pada rumah bearing mesin hingga visualisasi spektrum FFT dan dispatch notifikasi otomatis ke ruang kontrol dan smartphone teknisi.

Node 01

Akselerometer Triaksial IEPE

Sensor piezoelektrik mengukur akselerasi dinamis pada 3 sumbu (Radial H, Radial V, Aksial) dengan sensitivitas standar 100 mV/g dan rentang hingga 10 kHz.

Node 02

Edge DAQ & FFT Processing

Prosesor edge gateway ARM Cortex melakukan integrasi sinyal menjadi Velocity RMS (mm/s), kalkulasi 3.200 garis spektrum FFT, dan algoritma Envelope Demodulation.

Node 03

Klasifikasi ISO 10816 & Buffer

Evaluasi otomatis Zona A/B/C/D sesuai kelas daya mesin serta penyimpanan lokal *Store-and-Forward* berbasis SQLite saat jaringan pabrik terputus.

Node 04

Transmisi LoRaWAN / Modbus

Transmisi nirkabel jarak jauh LoRaWAN (920-923 MHz) menembus struktur beton pabrik, atau koneksi kabel industri deterministik RS485 / Profinet ke PLC.

Node 05

SCADA Dashboard & WA Bot

Tampilan grafik waterfall 3D spektrum vibrasi di ruang kontrol utama dan pengiriman notifikasi darurat instan via WhatsApp bot kepada PIC maintenance.

Instrumentation Specifications

Pilihan Sensor Vibrasi & Metode Pemasangan Lapangan

Kami merekayasa antarmuka mekanikal dan elektrikal terbaik agar akuisisi getaran tidak mengalami peredaman sinyal (*attenuation*) atau resonansi mounting palsu.

Sensor Piezoelektrik IEPE / ICP Berkabel

Pilihan standar untuk mesin kecepatan tinggi dan analisis diagnostik mendalam. Menggunakan kabel terlindung *stainless braided* tahan oli dan panas hingga 120°C.

  • Respon Frekuensi: 0.5 Hz – 12.000 Hz (±3 dB)
  • Sensitivitas: 100 mV/g (±5%) • Dynamic Range ±50g
  • Metode Mounting: Baut stud M6/M8 atau semen adesif epoxy industri

Sensor Node Nirkabel LoRaWAN IP67

Solusi retrofitting instan tanpa perlu menarik pipa konduit kabel. Dilengkapi sensor getaran triaksial dan probe temperatur inframerah permukaan bearing.

  • Daya Tahan Baterai: 3 – 5 tahun (interval transmisi 15 menit)
  • Frekuensi Nirkabel: LoRaWAN AS923-2 (920 - 923 MHz) legal SDPPI
  • Metode Mounting: Base magnetik Neodymium berkekuatan tarik 30 kg
  • Sensor Pendukung: Monitoring Suhu Bearing PT100

Transmitter Loop 4-20mA Velocity RMS

Solusi ekonomis untuk integrasi langsung ke sistem DCS atau PLC Siemens/Schneider yang sudah ada tanpa memerlukan modul akselerometer khusus.

Proven Industry Deployments

Sektor Industri & Mesin Kritis yang Kami Lindungi

Pengalaman implementasi tim Sayuswa mencakup beragam lingkungan pabrik dengan tingkat debu tinggi, kelembaban ekstrem, dan paparan panas berat di seluruh Indonesia.

Manufaktur Semen & Pengolahan Mineral

Pemantauan kondisi getaran pada mesin berbeban sangat berat: Raw Mill, Cement Ball Mill, Clinker Cooler Fan, Bucket Elevator, dan Jaw Crusher.

  • Deteksi keausan bearing bola gilingan semen raksasa
  • Enclosure sensor tahan debu silika abrasif IP67
  • Proteksi kabel terhadap kejatuhan material batu klinker

Minyak & Gas, Petrokimia & Kilang

Monitoring mesin berputar kritis standar API 610 / API 670: Pompa injeksi air bertekanan tinggi, kompresor gas sentrifugal, dan turbin uap pembangkit.

  • Opsi sensor bersertifikasi Intrinsically Safe ATEX Zone 1
  • Pemantauan getaran sumbu aksial dan thrust bearing
  • Integrasi ke sistem ESD (Emergency Shutdown) pabrik

Makanan, Minuman (F&B) & Farmasi

Pemantauan mesin pengolahan higienis: Homogenizer susu bertekanan tinggi, dekanter sentrifugasi kelapa sawit/minyak nabati, dan blower pendingin conveyor.

  • Sensor stainless steel SUS316L tahan cairan sanitasi CIP/SIP
  • Kepatuhan standar kebersihan HACCP dan GMP
  • Pemantauan getaran tanpa risiko kontaminasi pelumas
Systematic Engineering Methodology

6 Langkah Implementasi Monitoring Vibrasi Sayuswa

Setiap instalasi dikerjakan secara presisi oleh certified vibration analyst dengan metodologi teruji dari audit mekanikal hingga pelatihan interpretasi spektrum FFT.

01

Audit Aset Mesin & KAK Vibrasi

Inventarisasi mesin kritis (daya motor, RPM, tipe bearing, rasio gearbox), pemetaan titik pengukuran (DE/NDE), dan evaluasi jalur transmisi kabel atau wireless.

02

Pemilihan Sensor & Desain Mounting

Penentuan spesifikasi transduser (akselerometer IEPE vs wireless LoRaWAN), pemilihan lokasi mounting titik kaku bearing housing, dan fabrikasi base adaptor ulir.

03

Instalasi Fisik & Penggelaran Jaringan

Pemasangan transduser getaran pada rumah bearing mesin, penarikan kabel sinyal terlindung dari derau motor, dan pemasangan gateway telemetri di panel kontrol terdekat.

04

Baseline Fingerprinting & Threshold Tuning

Pengambilan data spektrum getaran acuan (*baseline*) saat mesin beroperasi normal, perhitungan frekuensi cacat bearing, dan konfigurasi batas ambang Zona ISO 10816.

05

Deployment SCADA & Uji Alarm Bot

Aktivasi dashboard pemantauan visual web SCADA, konfigurasi grafik tren jangka panjang, serta uji coba pengiriman notifikasi darurat instan via WhatsApp bot dan email.

06

Pelatihan Analisis Getaran & Handover

Pelatihan komprehensif bagi teknisi pemeliharaan pabrik untuk membaca spektrum FFT, penyerahan buku panduan (*As-Built*), dan sertifikat garansi purnajual Sayuswa.

Project Cost & Scope Estimator

Kalkulator Estimasi Kebutuhan Sistem Monitoring Vibrasi

Lengkapi parameter mesin pabrik Anda di bawah ini untuk menghasilkan perkiraan durasi pengerjaan dan ringkasan lingkup rekayasa yang siap didiskusikan dengan engineer Sayuswa.

Estimator Sistem Pemantauan Vibrasi & Predictive Maintenance

Kalkulasikan kebutuhan titik sensor getaran dan arsitektur telemetri yang paling efisien untuk pabrik Anda

Rekomendasi Lingkup Rekayasa Teknis

Estimasi Durasi Proyek: 2 - 3 Minggu Kerja
Tipe Transduser: LoRaWAN Triaxial Vibration Node
Kapasitas Analitik: FFT 3.200 Garis + Envelope
Standar Kepatuhan: ISO 10816-3 / ISO 20816
Catatan Engineer: Paket implementasi Sayuswa sudah termasuk survei baseline fingerprinting di lokasi pabrik, pemasangan base mounting magnetik/stud, konfigurasi ambang batas alarm ISO 10816, integrasi bot notifikasi WhatsApp, dan pelatihan interpretasi spektrum getaran bagi teknisi Anda.
Direct Vibration Hotline Sayuswa:
0821-2485-8884
Enterprise Hardware Store

Hardware Sensor Vibrasi & Gateway Sayuswa

Perangkat keras instrumen dan telemetri getaran industri rekayasa in-house yang dirancang tahan terhadap lingkungan bersuhu tinggi dan debu pabrik semen/tambang.

Wireless Vibration Node

Sayuswa LoRaWAN 3-Axis Vibration Sensor IP67

Sensor getaran triaksial nirkabel dengan baterai LiSOCl2 tahan 5 tahun, akselerometer 10 kHz, pengukuran suhu kontak, dan mounting magnetik Neodymium 30 kg.

High-Speed DAQ Gateway

Sayuswa 4-Channel IEPE Vibration DAQ Gateway

Modul DAQ industri dengan sampling simultan 4-kanal 24-bit ADC, prosesor onboard FFT spektrum, output Modbus TCP/MQTT, dan port Ethernet ganda.

Industrial Accelerometer

Piezoelectric Industrial Accelerometer 100 mV/g

Sensor akselerometer presisi dengan housing stainless steel SUS316L kedap air IP68, konektor militer MIL-C-5015 2-pin, dan isolasi sinyal internal.

Expert Knowledge Base

Tanya Jawab Teknis Monitoring Vibrasi Mesin Industri

Penjelasan komprehensif seputar metodologi analisis getaran, standar ISO 10816, kalkulasi FFT, pemilihan sensor akselerometer, dan integrasi kendali pabrik.

Inspeksi rute manual menggunakan handheld vibrometer umumnya hanya dilakukan sebulan atau dua minggu sekali. Kerusakan mekanikal mendadak akibat pelumasan gagal (lubrication starvation), benda asing, atau baut pondasi longgar sering terjadi di antara dua jadwal inspeksi tersebut. Sistem monitoring online memantau getaran 24/7 detik demi detik, menangkap gejala awal degradasi sejak tahap mikroskopis (P-F Interval) dan memicu alarm instan sebelum terjadi kerusakan katastropik.

Standar ISO 10816-3 (dan pembaruannya dalam ISO 20816-3) mengukur tingkat keparahan getaran melalui parameter Velocity RMS (mm/s) pada rentang 10 Hz hingga 1.000 Hz. Kondisi mesin dikategorikan ke dalam 4 Zona Evaluasi: Zona A (kondisi mesin baru atau baru dioverhaul), Zona B (operasi normal jangka panjang tanpa batasan), Zona C (peringatan degradasi awal yang membutuhkan penjadwalan pemeliharaan), dan Zona D (tingkat keparahan kritis yang dapat menyebabkan kerusakan fatal seketika).

Fast Fourier Transform (FFT) adalah algoritma matematis yang mengubah sinyal getaran dari domain waktu (time waveform) menjadi domain frekuensi (spektrum FFT). Dengan memecah gelombang getaran ke dalam komponen frekuensinya, teknisi dapat menentukan akar penyebab masalah secara presisi: lonjakan pada frekuensi 1X RPM mengindikasikan ketidakseimbangan massa (unbalance), 2X RPM mengindikasikan ketidaksejajaran poros (misalignment), sedangkan frekuensi harmonik non-integer mengindikasikan kelonggaran mekanis atau cacat elemen bearing.

Setiap bantalan memiliki frekuensi cacat karakteristik berbasis dimensi geometri dan kecepatan putar poros: BPFO (Ball Pass Frequency Outer race), BPFI (Ball Pass Frequency Inner race), BSF (Ball Spin Frequency), dan FTF (Fundamental Train Frequency/Cage). Sayuswa menerapkan teknik High Frequency Acceleration Demodulation (Envelope Analysis) yang memfilter derau frekuensi rendah dan mengekstraksi pulsa impak periodik mikro dari retakan bearing jauh sebelum getaran keseluruhan (overall vibration) meningkat.

Kami menggunakan sensor piezoelektrik industri berkualitas tinggi bertaraf IEPE/ICP dengan rentang frekuensi respons dari 0.5 Hz hingga 10.000 Hz dan ketahanan impak guncangan hingga 5.000g. Untuk mesin kritis, kami memasang akselerometer triaksial (mengukur sumbu Radial Horizontal, Radial Vertikal, dan Aksial secara simultan) dengan mounting stud berulir atau base magnetik Neodymium kuat berstandar industri.

Ya, kami menyediakan Sensor Node Getaran Wireless berbasis protokol LoRaWAN industri. Node nirkabel ini dilengkapi baterai internal Lithium Thionyl Chloride (LiSOCl2) berdaya tahan 3 hingga 5 tahun, tahan air dan debu IP67, serta mampu mengirimkan data spektrum getaran dan suhu bearing ke gateway hingga jarak 500 meter di dalam area pabrik tanpa memerlukan penarikan kabel sinyal.

Sangat bisa. Kami menyediakan modul transmitter getaran yang menghasilkan output analog loop 4-20mA (Velocity RMS atau Peak Acceleration) yang dapat langsung dihubungkan ke modul analog input PLC Siemens, Schneider, Omron, atau Mitsubishi. Selain itu, edge gateway kami dapat mengekspos seluruh data spektrum FFT melalui protokol Modbus TCP, OPC UA, atau MQTT Sparkplug B ke sistem SCADA utama pabrik.

Saat nilai getaran melampaui batas ambang peringatan Zona C atau Zona D ISO 10816, sistem memicu alarm lokal (sirine/tower lamp) dan secara otomatis mengirimkan notifikasi instan via WhatsApp Gateway resmi Sayuswa dan Telegram Bot ke grup PIC teknisi pemeliharaan dan manajer pabrik. Pesan memuat nama mesin, lokasi bearing, nilai getaran aktual, dan rekomendasi langkah penanganan.

Mesin-mesin aset kritis yang jika berhenti akan melumpuhkan rantai produksi, antara lain: motor penggerak utama (electric motors >30 kW), pompa sentrifugal dan pompa feed boiler bertekanan tinggi, fan/blower exhaust dan induced draft (ID) fan, kompresor udara ulir (screw) dan sentrifugal, gearbox pereduksi kecepatan, turbin uap/gas, serta ball mill dan crusher di industri pengolahan mineral.

Payback period rata-rata tercapai hanya dalam waktu 1 hingga 3 bulan. Satu kali pencegahan kegagalan katastropik pada motor atau gearbox kritis (yang dapat menimbulkan downtime berhari-hari dan biaya penggantian ratusan juta rupiah) sudah lebih dari cukup untuk menutup seluruh biaya investasi pengadaan dan pemasangan sistem pemantauan vibrasi ini.

Pada fase komisioning awal, tim rekayasa Sayuswa melakukan proses Baseline Fingerprinting: mengukur getaran mesin pada kondisi operasi normal dalam berbagai variasi beban (load). Kami memadukan nilai acuan standar ISO 10816-3 sesuai kelas daya dan jenis fondasi mesin dengan data baseline historis tersebut untuk mengonfigurasi batas ambang Warning (Zona C) dan Trip/Danger (Zona D) secara presisi.

Anda dapat mengisi form Estimator Kebutuhan Proyek pada halaman ini atau langsung mengklik tombol konsultasi WhatsApp resmi Sayuswa. Tim engineer kami akan meminta daftar aset kritis mesin (nameplate motor, daya kW, RPM putaran) dan menjadwalkan kunjungan survei fisik ke pabrik Anda untuk inspeksi titik pemasangan sensor dan pengujian jangkauan sinyal telemetri.

Zero Unplanned Downtime Solution

Lindungi Aset Mesin Kritis Pabrik Anda Hari Ini

Cegah kerusakan mendadak pada motor listrik, pompa, dan gearbox industri dengan sistem pemantauan getaran online terstandarisasi ISO 10816. Diskusikan rencana implementasi bersama tim vibration engineer Sayuswa Teknologi.

Pilih Bahasa / Language
S
Tim Technical & Sales Engineer
🟢 Online • Respon < 5 Menit
Halo! 👋 Selamat datang di PT Sayuswa Multi Teknologi. Ada proyek Industrial IoT, SCADA, Otomasi, atau Custom Software yang ingin Anda konsultasikan hari ini?
18:33
Topik Diskusi Cepat (1-Click):