Home Solutions Store Projects Contact
Automotive Grade BMS Electronics • ISO 26262 ASIL-C • TKDN Ready

Jasa Desain Custom Smart BMS & Telemetri Pack Lithium
(7S – 24S s/d High-Voltage Master-Slave)

Layanan rekayasa sirkuit keras (hardware) dan firmware deterministik Battery Management System (BMS) kelas industri untuk pabrikan perakitan pack lithium, industri konversi kendaraan listrik (EV), armada AGV pabrik, serta kontainer Battery Energy Storage System (BESS). Dilengkapi teknologi Active Cell Balancing efisiensi tinggi, proteksi multi-tingkat ultra-cepat, komunikasi CAN Bus / RS485 / BLE, dan integrasi IoT Cloud.

Arus Active Balancing
2.15 A (Induktif)
Delta Tegangan Sel Terendah
6 mV (Ultra-Presisi)
Rating Arus Kontinu Max
Up to 300A (MOSFET / Kontaktor)
Protokol Komunikasi
Dual CAN 2.0B / BLE / RS485
AFE Otomotif Grade
(TI BQ / ADI LTC)
Active Balancing
(Efisiensi >92%)
Proteksi SCP < 2 μs
(Hardware Gate Cut)
Estimasi SoC EKF
(Akurasi Error < 2%)
BLE 5.2 & Mobile App
(Aplikasi Servis Teknisi)
Kepatuhan TKDN &
Standar IEC 62619
ARSITEKTUR & SPESIFIKASI R&D

Kustomisasi Arsitektur BMS Sesuai Kebutuhan Tegangan & Arus

Kami tidak menjual modul BMS hobi pasaran dengan parameter kaku. Setiap desain papan sirkuit BMS Sayuswa dirancang dari nol (from scratch) menyesuaikan bentuk fisik baterai pack, kimia sel, profil pembebanan dinamis, dan sistem pendingin pelanggan.

KOMPAK • INDUSTRIAL

Modular Low-Voltage BMS (7S – 16S)

24V / 36V / 48V / 60V (Up to 120A)

Solusi sempurna untuk automated guided vehicles (AGV), forklift elektrik gudang, mesin pembersih lantai komersial, dan skuter listrik swap-baterai. Ukuran kompak dengan integrasi proteksi termal solid-state.

  • Monitoring 7 hingga 16 sel seri LFP / NMC
  • Solid-state N-MOSFET switching dengan heatsink internal
  • Komunikasi RS485 Modbus RTU & Bluetooth BLE
  • Ukuran PCB ultra-kompak (fit-in standard extrusion box)
HIGH VOLTAGE • ESS / BUS EV

Master-Slave Distributed BMS (96S – 240S)

300V / 400V / 600V / 800V DC (Kontaktor Driver)

Arsitektur modular terdistribusi untuk bus listrik komersial, truk tambang elektrik, dan kontainer penyimpanan energi Battery Energy Storage System (BESS) skala Megawatt-hour. 1 Master BMU mengontrol belasan Slave CMU.

  • Daisy-chain terisolasi kapasitif / transformator (isoSPI up to 2 kV)
  • Kontroler kontaktor utama positif, negatif, dan pre-charge HV
  • Deteksi kebocoran isolasi tegangan tinggi (Insulation Monitoring)
  • Dual CAN FD redundant + Ethernet Modbus TCP untuk SCADA BESS
Parameter Spesifikasi Modular 7S - 16S (AGV/Forklift) Direct 16S - 24S (EV Conversion) Master-Slave High Voltage (400V - 800V)
Rentang Tegangan Pack 20V - 68V DC 48V - 105V DC 250V - 900V DC
IC Analog Front-End (AFE) Automotive 16-ch AFE (14-bit ADC) Automotive 24-ch AFE (16-bit Delta-Sigma) Multi-stack Isolated AFE (16-bit dengan LPF)
Resolusi Pengukuran Sel ± 1.5 mV tipikal ± 0.8 mV ultra-presisi ± 0.5 mV tersertifikasi ISO 26262
Metode Cell Balancing Passive Bleed (100 mA) / Opt. Active 1A Active Bidirectional Inductive (1.5A - 2.5A) Active Capacitive / Flyback Modular (2A - 5A)
Pengukuran Arus Pack High-side Shunt Resistor (0.2 mΩ) Isolated Hall-effect Sensor / Dual Shunt Fluxgate Current Transducer (Zero drift 1000A)
Suhu Operasional Sensor 4-Titik NTC Termistor 8-Titik NTC Termistor Terdistribusi Hingga 32 Titik Sensor NTC per Modul Slave
Pilihan Antarmuka Komunikasi RS485 Modbus RTU, Bluetooth BLE 5.2 Isolated Dual CAN 2.0B, BLE, UART TTL CAN FD, Modbus TCP, isoSPI, Telemetri 4G
Kepatuhan Standar Keselamatan IEC 62133, CE LVD UN ECE R100, IEC 62619 ISO 26262 ASIL-C/D, UL 1973, UN 38.3
KONSOL MONITORING MULTI-CELL & ACTIVE BALANCING

Simulator Real-Time Multi-Cell BMS & Active Balancing Engine

Uji coba bagaimana sirkuit Smart BMS Sayuswa memantau voltase sel baterai individual secara real-time, mengaktifkan transfer daya induktif saat terjadi deviasi tegangan (cell imbalance), dan menjaga efisiensi energi baterai pack.

Sayuswa SmartBMS Telemetry Console

(Firmware FreeRTOS Core 200 Hz Sampling)
State of Charge (EKF SoC)
85.4%
Extended Kalman
Arus Pack & Balancing
+42.8
Amperes (A)
Tegangan Pack Total
52.54 V
Deviasi Sel Terbesar (Delta)
6 mV (Ideal)
Suhu Tertinggi Pack
29.8 °C (NTC 02)
Status Balancing Induktif
STANDBY (Presisi)
Monitor Tegangan Sel Individual (AFE 16-Bit ADC Sub-mV) Tegangan Ideal: 3.280 V - 3.290 V
📈 Osiloskop Real-Time: Sinyal Switching PWM Konverter Active Balancing (100 kHz Flyback Inductive Transfer) TCU Sampling: --:--:-- WIB
Semua sel baterai berada pada keseimbangan optimal (delta 6 mV). Sirkuit proteksi standby dan transmisi frame CAN Bus berkala 100 ms ke VCU.
ARSITEKTUR PERANGKAT KERAS BMS INDUSTRIAL

Topologi 5-Node Rekayasa Smart BMS Sayuswa

Arsitektur sirkuit berlapis yang memisahkan pengukuran tegangan tinggi dari kontroler logika deterministik, menjamin keandalan isolasi galvanik, kekebalan interferensi medan elektromagnetik (EMI) dari inverter motor, dan keselamatan nyawa pengendara.

NODE 01

Analog Front-End (AFE) Sensing

IC AFE berstandar otomotif (Texas Instruments BQ series atau ADI LTC series) mengukur voltase setiap sel secara paralel dengan konverter ADC 16-bit, disertai filter low-pass RC bertingkat untuk meredam noise switching inverter motor.

Differential mV • RC Filter • ±0.8 mV
NODE 02

Dual-Core Automotive MCU

Mikrokontroler 32-bit dual-core (ARM Cortex-M4/M7 dengan FreeRTOS) menjalankan kalkulasi estimasi State of Charge (SoC) dan State of Health (SoH) berbasis Extended Kalman Filter (EKF), memproses logika FMEA, dan mengatur scheduler proteksi.

FreeRTOS • EKF Algorithm • Dual-Core
NODE 03

Active Power Balancing Stage

Sirkuit transfer energi induktif dua arah (bidirectional flyback) atau switched-capacitor berarus tinggi (1A hingga 5A) memindahkan muatan dari sel yang lebih tinggi langsung ke sel terendah dengan efisiensi energi mencapai >92% tanpa memicu panas berlebih.

Flyback Inductive • 2A Transfer • >92% Eff
NODE 04

Pre-Charge & High-Power Disconnect

Sirkuit proteksi multi-MOSFET RDS(on) ultra-rendah dengan pendingin tembaga berat (heavy copper 3oz-4oz) atau kontroler kontaktor DC otomotif dengan sirkuit pre-charge terintegrasi guna mencegah busur api pada kapasitor bus inverter.

Pre-charge • SCP < 2μs • Up to 400A
NODE 05

Multi-Protocol Comms & IoT Pipeline

Modul komunikasi terisolasi galvanik: Dual-CAN Bus 2.0B / CAN FD (ke VCU/Inverter), RS485 Modbus RTU, Bluetooth BLE 5.2 untuk aplikasi smartphone teknisi lapangan, dan port langsung ke modem telemetri IoT 4G LTE.

CAN FD • RS485 • BLE 5.2 • MQTT
DOKUMENTASI TEKNIK ELEKTRONIKA BATERAI

Rekayasa Sirkuit Battery Management System (BMS) Berstandar Otomotif & Industri

Panduan komprehensif bagi chief engineer, manajer R&D baterai, dan perancang kendaraan listrik dalam menentukan arsitektur BMS yang handal, tahan banting, dan memenuhi standar keselamatan fungsional dunia.

1. Anatomi AFE Otomotif dan Tantangan Reduksi Noise EMI pada Pengukuran Tegangan Sel Sub-Milivolt

Jantung dari setiap sistem Battery Management System (BMS) presisi tinggi terletak pada sirkuit Analog Front-End (AFE). Pada pack baterai lithium, keselamatan operasional dan pemanfaatan kapasitas pack sangat bergantung pada kemampuan AFE membaca tegangan tiap sel dengan akurasi sub-milivolt. Namun, pada aplikasi kendaraan listrik dan sistem penggerak industri, baterai pack terhubung langsung ke motor inverter tiga fasa yang bekerja menggunakan modulasi lebar pulsa (PWM) frekuensi tinggi (10 kHz hingga 20 kHz) dengan laju perubahan tegangan sangat curam ($dv/dt > 5 \text{ kV}/\mu\text{s}$).

Peralihan cepat pada transistor daya IGBT atau SiC MOSFET menghasilkan gangguan elektromagnetik (EMI) frekuensi tinggi dan lonjakan arus common-mode yang dapat menginjeksi derau (noise) ekstrem ke dalam jalur sensing kabel pita BMS. Jika kabel sensing AFE menyerap noise ini, pembacaan tegangan sel dapat mengalami kesalahan fluktuasi puluhan milivolt. Akibatnya, BMS dapat memicu alarm palsu Over-Voltage Protection (OVP) atau Under-Voltage Protection (UVP), memutus kontaktor daya saat kendaraan melaju kencang, atau sebaliknya gagal mendeteksi sel yang mengalami overcharging kritis.

Di Sayuswa Teknologi, kami mengintegrasikan IC AFE berstandar otomotif dunia (seperti Texas Instruments BQ79616 series atau Analog Devices LTC6813/LTC6811) yang memiliki filter low-pass internal dengan arsitektur Sigma-Delta ($ \Sigma\Delta $) ADC terisolasi. Selain itu, pada level tata letak PCB, kami menerapkan filter pasif RC diferensial dua tingkat pada setiap pin input sel dengan komponen resistor metal-film toleransi 0.1% dan kapasitor dielektrik C0G/NP0 yang bebas dari efek penuaan dan piezoelektrik. Jalur sinyal sensing diletakkan pada lapisan dalam (inner layer) PCB multilayer 4-layer atau 6-layer dengan bidang referensi ground terlindung (shielded ground planes), mengisolasi sirkuit analog sensitif dari medan induksi transformator dan jalur daya berarus ratusan ampere.

Kaidah Rekayasa Sayuswa: Integritas Jalur Sensing Sel

Seluruh pin masukan sel AFE dilengkapi dioda penekan tegangan transien (TVS arrays) dan resistor pembatas arus pulsa tinggi untuk menahan fenomena hot-plugging—kondisi ketika konektor baterai dicolokkan ke BMS secara tidak berurutan yang dapat membakar pin silikon IC jika tidak dirancang dengan proteksi protektif yang benar.

2. Active Balancing vs Passive Balancing: Analisis Efisiensi Termal dan Utilisasi Kapasitas Pack Lithium

Dalam proses manufaktur sel baterai lithium, tidak ada dua sel yang identik secara absolut. Perbedaan mikroskopis dalam ketebalan lapisan anoda-katoda, konsentrasi elektrolit, dan impedansi internal ($R_{int}$) menyebabkan setiap sel memiliki laju pengosongan mandiri (self-discharge rate) dan kapasitas efektif yang sedikit bervariasi. Seiring berjalannya ratusan siklus pengisian-pengosongan, ketidakseimbangan (cell imbalance) ini akan terakumulasi. Sel dengan tegangan tertinggi akan mencapai batas OVP terlebih dahulu saat pengisian, memaksa pengisi daya (charger) berhenti sebelum sel-sel lainnya terisi penuh. Sebaliknya, saat kendaraan melaju, sel terlemah akan menyentuh batas UVP lebih cepat, memutus beban saat kapasitas total baterai masih tersisa 20% hingga 30%.

BMS pasaran umumnya menggunakan metode Passive Balancing. Metode ini bekerja dengan menyalakan transistor bypass kecil dan resistor pembuang daya (bleed resistor) paralel pada sel yang memiliki tegangan lebih tinggi. Energi kelebihan tersebut diubah menjadi energi panas murni. Kelemahan terbesar metode pasif adalah:

  • Arus Balancing Sangat Rendah: Karena dibatasi oleh disipasi panas PCB, arus pasif umumnya hanya 30 mA hingga 100 mA. Untuk baterai pack kapasitas 100 Ah hingga 200 Ah, diperlukan waktu berhari-hari hanya untuk mengoreksi ketidakseimbangan sebesar 50 mV.
  • Peningkatan Suhu PCB yang Berbahaya: Jika 16 sel atau 24 sel mengalami balancing pasif secara simultan, resistor bypass akan melepaskan daya panas puluhan watt di dalam kotak baterai yang tertutup rapat, mempercepat degradasi termal komponen elektronik di sekitarnya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Sayuswa mengembangkan arsitektur Active Cell Balancing berkecepatan tinggi. Teknologi kami menggunakan konverter daya induktif dua arah (bidirectional flyback) atau switched-capacitor bertingkat. Alih-alih membuang energi menjadi panas, sirkuit Active Balancing Sayuswa menyedot energi dari sel yang bertegangan lebih tinggi, menyimpannya sementara dalam medan magnetik induktor inti ferit, lalu menyalurkannya kembali secara presisi ke sel yang memiliki tegangan terendah.

Dengan efisiensi konversi daya melebihi 92%, arus balancing aktif dapat dinaikkan hingga 1.5A, 2.0A, bahkan 5.0A per channel tanpa menimbulkan kenaikan suhu PCB yang berarti. Pada armada truk atau bus listrik, balancing aktif Sayuswa mampu menyamakan deviasi tegangan 75 mV dalam waktu kurang dari 45 menit perjalanan, mengembalikan utilisasi kapasitas baterai pack hingga 98% dari potensi teoritis sel.

3. Algoritma Extended Kalman Filter (EKF) vs Coulomb Counting: Presisi Estimasi SoC & SoH di Bawah Fluktuasi Beban Ekstrem

Indikator kapasitas bahan bakar pada kendaraan listrik diwujudkan dalam nilai State of Charge (SoC, 0% hingga 100%). Menghitung SoC pada kimia baterai Lithium Iron Phosphate (LiFePO4/LFP) adalah salah satu tantangan matematis paling rumit dalam rekayasa kontrol embedded. Tidak seperti baterai asam-timbal atau NMC yang kurva voltase terhadap kapasitasnya memiliki kemiringan linier, baterai LFP memiliki kurva tegangan sirkuit terbuka (Open Circuit Voltage / OCV) yang sangat datar (flat plateau) di rentang 20% hingga 80% SoC. Perbedaan tegangan sel antara kondisi 30% dan 70% SoC bisa kurang dari 20 milivolt.

Pendekatan konvensional yang hanya mengandalkan integrasi arus (Coulomb Counting / Ampere-Hour Integration) rentan mengalami akumulasi kesalahan drift waktu (time drift error). Kesalahan kecil pada offset kalibrasi sensor arus shunt, dikombinasikan dengan efek self-discharge sel dan inefisiensi pengisian Coulombic, akan menyebabkan deviasi SoC membengkak hingga 15% - 25% setelah beberapa hari operasi tanpa kalibrasi titik penuh (full charge reset).

Sayuswa memecahkan dilema ini dengan mengimplementasikan algoritma fusi sensor Extended Kalman Filter (EKF) di dalam mikrokontroler BMS dual-core. Algoritma EKF Sayuswa menggabungkan:

  1. Model Sirkuit Ekuivalen Dinamis (Equivalent Circuit Model / ECM): Model baterai Thevenin orde-dua yang memodelkan resistansi polarisasi ($R_1, R_2$) dan kapasitansi difusi elektrokimia ($C_1, C_2$) sel secara real-time.
  2. Kompensasi Suhu Multi-Dimensi: Matriks interpolasi tabel OCV-SoC yang dikalibrasi secara empiris di laboratorium iklim pada berbagai rentang suhu (-10°C hingga +55°C).
  3. Koreksi Rekursif Berkelanjutan: Algoritma secara terus-menerus membandingkan tegangan terminal terukur dengan tegangan prediksi model, memperbarui matriks kovariansi kesalahan dan mengoreksi nilai SoC bahkan saat kendaraan sedang mengalami akselerasi mendadak atau pengereman regeneratif ekstrem.

Hasilnya adalah estimasi SoC yang stabil, bebas dari loncatan angka mendadak, dengan akurasi teruji di bawah ±2% error margin. Selain itu, BMS Sayuswa menghitung State of Health (SoH) berbasis degradasi resistansi internal DC ($R_{dc}$) dan pelacakan kapasitas total yang dapat dilepaskan, memberikan prediksi sisa usia pakai baterai yang akurat untuk perencanaan pemeliharaan preventif armada klien.

4. Sirkuit Pre-Charge dan Manajemen Arus Inrush pada Kapasitor Inverter Motor Penggerak

Pada powertrain kendaraan listrik, kontroler motor inverter dilengkapi bank kapasitor DC-link elektrolitik atau film berkapasitansi masif (seringkali berkisar antara 1.000 μF hingga 4.700 μF) untuk meredam ripple arus switching motor. Ketika baterai pack bertegangan 72V, 96V, atau 400V pertama kali dihubungkan langsung ke inverter dalam kondisi kapasitor kosong ($V_c = 0 \text{ V}$), kapasitor tersebut akan bertindak sebagai sirkuit hubung singkat sesaat (short-circuit).

Arus masuk seketika (inrush current) dapat melonjak menembus angka 1.000 hingga 3.000 Ampere dalam hitungan mikrodetik. Lonjakan arus yang destruktif ini dapat menyebabkan:

  • Pengelasan titik kontak permanen (contact welding) pada kontaktor utama mekanis, sehingga kontaktor tidak dapat terbuka lagi saat terjadi kondisi darurat kebakaran.
  • Kerusakan avalanche breakdown pada semikonduktor MOSFET daya jika menggunakan solid-state disconnect.
  • Tekanan arus berlebih pada sel baterai yang memicu micro-cracking pada busbar dan penurunan masa pakai sel secara drastis.

Untuk mencegah bencana kegagalan ini, setiap desain Smart BMS Sayuswa dilengkapi dengan sekuens kontrol Sirkuit Pre-Charge Otomatis. Sistem kami memanfaatkan relay solid-state atau kontaktor bantu pre-charge yang dirangkai seri dengan resistor keramik penahan daya (pulse-rated ceramic wirewound resistor). Ketika perintah start-up diterima, BMS pertama kali menyalakan sirkuit pre-charge, membiarkan arus mengalir perlahan untuk mengisi bank kapasitor inverter hingga tegangan kapasitor terukur mencapai >95% dari tegangan baterai pack.

Hanya ketika kondisi ambang batas delta tegangan aman terpenuhi, BMS mengaktifkan kontaktor utama positif dan segera mematikan sirkuit pre-charge. Proses ini terjadi secara mulus dalam durasi 150 hingga 300 milidetik, menjamin umur kontaktor utama mencapai jutaan siklus operasi bebas aus dan melindungi integritas inverter motor secara mutlak.

5. Desain Proteksi Termal Terdistribusi (NTC Multi-Point) dan Pencegahan Thermal Propagation

Faktor keselamatan utama pada baterai lithium pack terletak pada kontrol termal. Baterai lithium beroperasi pada jendela suhu optimal yang sempit (umumnya antara 15°C hingga 40°C). Pengisian daya pada suhu di bawah 0°C dapat memicu lithium plating pada anoda karbon yang berisiko menciptakan dendrit dan hubung singkat internal. Sementara itu, pembebanan berat pada suhu di atas 55°C dapat memicu pelepasan gas oksigen dari katoda dan memulai reaksi eksotermik berantai yang dikenal sebagai Thermal Runaway.

Sayuswa merancang sistem proteksi termal terdistribusi yang tidak hanya membaca suhu pada satu titik saja. Modul BMS kami mendukung hingga 8 titik sensor NTC termistor per papan untuk BMS kompak, dan hingga 32 titik sensor per modul slave pada sistem High-Voltage. Sensor-sensor ini ditempatkan secara strategis pada:

  • Titik tengah fisik baterai pack (kawasan dengan akumulasi panas tertinggi).
  • Koneksi busbar kutub terminal positif dan negatif (mendeteksi potensi resistansi baut longgar yang memicu panas lokal).
  • Permukaan heat sink transistor switching MOSFET daya BMS.
  • Resistor shunt pengukur arus utama.

Firmware BMS kami menerapkan algoritma proteksi termal adaptif multi-tahap:

  1. Tahap 1 - Thermal Derating (Suhu > 45°C): BMS mengirimkan sinyal limitasi arus discharge via CAN Bus ke Motor Controller untuk membatasi daya motor secara bertahap, mencegah pengemudi membebani baterai melampaui batas pendinginan.
  2. Tahap 2 - Aktuasi Sistem Pendingin (Suhu > 48°C): Output relay BMS mengaktifkan pompa sirkulasi pendingin cair (liquid cooling pump) atau kipas radiator berkecepatan penuh.
  3. Tahap 3 - Hard Cutoff Emergency (Suhu > 55°C atau Laju Kenaikan Suhu $dT/dt > 1.5^\circ\text{C}/\text{detik}$): Pemutusan kontaktor utama secara instan, pemicuan alarm audio kabin, dan transmisi paket darurat via MQTT ke tim pemantau cloud.

6. Lapisan Komunikasi Industri: Integrasi Protokol CAN-Bus J1939, UDS ISO 14229, dan Mobile App BLE untuk Servis Pabrikan

BMS modern tidak boleh menjadi komponen yang terisolasi. Dalam ekosistem kendaraan listrik dan otomasi industri, BMS bertindak sebagai otak keselamatan yang harus berkomunikasi dengan lusinan perangkat elektronik lainnya: Vehicle Control Unit (VCU), Motor Inverter Driver, Charger On-Board (OBC), DC-DC Converter, Cluster Display Speedometer, hingga Telematics Control Unit (TCU).

Sayuswa merancang antarmuka komunikasi perangkat keras terisolasi galvanik hingga 2.500 Vrms, melindungi mikrokontroler dari lonjakan tegangan tanah (ground loop spikes). Protokol yang kami sediakan mencakup:

  • CAN Bus 2.0B & CAN FD: Format frame pesan broadcast berkecepatan 250 kbps / 500 kbps / 1 Mbps. Kami menyediakan file definisi DBC (CAN Database) lengkap yang memudahkan tim software klien melakukan decoding parameter tegangan pack, arus, SoC, suhu tertinggi, dan bit status fault error langsung ke dashboard dashboard kendaraan.
  • Protokol Diagnostik UDS (ISO 14229): Memungkinkan teknisi bengkel resmi melakukan pembacaan kode kesalahan (Diagnostic Trouble Codes / DTC), membaca freeze-frame data saat insiden terjadi, dan melakukan kalibrasi sensor menggunakan alat scanner diagnostik standar industri.
  • Bluetooth Low Energy (BLE 5.2): Modul transceiver nirkabel terintegrasi yang memungkinkan teknisi pabrik atau pengguna akhir menghubungkan smartphone (Android / iOS) langsung ke BMS tanpa perlu mencolokkan kabel. Melalui aplikasi kustom yang kami kembangkan, teknisi dapat memantau voltase 24 sel secara grafis, mengubah parameter OVP/UVP, melakukan kalibrasi shunt, dan mengunduh riwayat log operasi baterai.
  • RS485 Modbus RTU & Telemetri IoT Cloud: Memungkinkan integrasi langsung ke sistem PLC industri Siemens/Omron atau modem telemetri IoT Sayuswa untuk transmisi data jarak jauh via MQTT Sparkplug B ke dashboard cloud terpusat.
METODOLOGI REKAYASA SISTEMATIS

Alur Kerja R&D Desain Smart BMS Sayuswa

Proses pengembangan perangkat keras dan firmware yang terstruktur, teruji secara laboratorium, dan mengutamakan ketepatan waktu rilis produk komersial pelanggan.

01

Spesifikasi Sel & Karakteristik Kimia

Evaluasi mendalam terhadap lembar data sel baterai (LFP, NMC, LTO), kurva C-rate pembebanan puncak, batas voltase aman, dan profil pembebanan mekanis pack baterai kendaraan/mesin pelanggan.

02

Skematik & Desain Tata Letak PCB Multilayer

Perancangan sirkuit skematik di Altium Designer, pemilihan komponen grade otomotif (AEC-Q), simulasi termal jalur arus tembaga berat (heavy copper), dan pemisahan bidang isolasi noise EMI.

03

Fabrikasi Prototipe Cepat & SMT Assembly

Pencetakan PCB presisi tinggi dengan inspeksi Automated Optical Inspection (AOI), perakitan PCBA surface-mount technology (SMT) lokal, dan uji kontinuitas lapisan sirkuit bebas cacat.

04

Pengembangan Firmware & Kalibrasi EKF

Penyusunan kode firmware deterministik FreeRTOS, kalibrasi algoritma EKF SoC/SoH di bangku uji uji iklim, tuning parameter Active Balancing, dan implementasi stack CAN Bus / BLE.

05

Pengujian HIL, Beban Penuh & Short-Circuit

Uji validasi Hardware-in-the-Loop (HIL) simulator sel baterai, pembebanan arus kontinu penuh dengan kamera termografi inframerah, dan uji respon pemutusan gerbang sirkuit hubung singkat (< 2 μs).

06

Produksi Massal & Transfer Hak Paten (IP)

Penyusunan berkas manufaktur lengkap (Gerber, BOM, Pick-and-Place, Manual Kalibrasi), serah terima seluruh source code dan hak kekayaan intelektual (IP), serta pendampingan sertifikasi TKDN.

KALKULATOR R&D ESTIMATOR

Hitung Kebutuhan Desain Smart BMS Anda

Pilih parameter teknis baterai pack Anda untuk mendapatkan estimasi arsitektur perangkat keras, lead time rekayasa, dan konsultasi langsung dengan Principal Hardware Engineer Sayuswa.

Estimasi Siklus R&D Prototipe:
4 - 5 Minggu Kerja
Arsitektur Perangkat Keras:
Single-Board 4-Layer Heavy Copper
TESTIMONI REKAYASA B2B

Kepercayaan Produsen Baterai & Manufaktur Kendaraan Listrik

Pengalaman nyata mitra bisnis industri baterai dan perakitan EV yang mempercayakan perancangan sistem BMS mereka kepada tim ahli Sayuswa.

"Sayuswa merancang custom BMS 16S 120A LFP untuk armada forklift pabrik kami. Active balancing-nya luar biasa presisi, selisih tegangan 16 sel selalu di bawah 8 mV bahkan saat discharge 100A kontinu. Suhu MOSFET sangat dingin dan integrasi CAN Bus ke VCU berjalan plug-and-play."

Bambang Soeharto
VP of Operations • Manufaktur AGV & Forklift Otomotif, Cikarang

"Kerjasama R&D custom BMS 24S 250A untuk konversi city car EV. Algoritma Extended Kalman Filter dari tim Sayuswa memberikan akurasi SoC yang stabil tanpa loncat-loncat saat akselerasi spontan. Dukungan aplikasi Bluetooth BLE untuk teknisi bengkel sangat mempermudah commissioning di lapangan."

Ir. Hendra Wijaya
Technical Director • EV Conversion Engineering Hub, Bandung

"Modul BMS Master-Slave High Voltage 96S untuk kontainer BESS 100 kWh kami bekerja tanpa kendala sedikit pun. Proteksi isolasi HVIL dan interkoneksi daisy-chain terisolasi SPI-nya berstandar industri otomotif kelas dunia."

Gunawan Pratama
R&D Lead • Commercial Battery Pack Assembler, Surabaya
PERTANYAAN UMUM TEKNIS

Konsultasi Rekayasa Smart BMS

Penjelasan mendalam mengenai aspek desain perangkat keras, algoritma estimasi kapasitas, protokol komunikasi, dan kepatuhan standarisasi industri.

Apa perbedaan mendasar antara Active Cell Balancing dan Passive Balancing pada BMS?

Passive balancing membuang kelebihan energi sel bertegangan tinggi menjadi energi panas melalui resistor beban (biasanya hanya berarus kecil 30-100 mA), yang memicu penumpukan panas pada PCB. Sedangkan Active Balancing Sayuswa memindahkan energi dari sel yang berlebih ke sel yang bertegangan lebih rendah menggunakan induktor flyback atau kapasitor switched berarus tinggi (1A hingga 5A) dengan efisiensi energi mencapai >92%, menjaga suhu PCB tetap dingin dan memperpanjang masa pakai pack baterai secara drastis.

Apakah sirkuit Smart BMS Sayuswa kompatibel dengan berbagai kimia baterai lithium?

Ya, sirkuit dan firmware Smart BMS kami dirancang sepenuhnya fleksibel dan dapat dikonfigurasi melalui perangkat lunak untuk Lithium Iron Phosphate (LiFePO4/LFP 3.2V nominal), Lithium Nickel Manganese Cobalt (NMC 3.7V nominal), Lithium Titanate (LTO 2.4V nominal), maupun Sodium-ion (Na-Ion). Parameter kurva voltase cutoff OVP/UVP dan kurva OCV-SoC disesuaikan secara presisi dengan lembar data sel baterai klien.

Berapa jumlah sel maksimal yang dapat diakomodir oleh sistem BMS Sayuswa?

Untuk papan tunggal (single-board BMS), kami melayani desain 7S hingga 24S (tegangan operasional 24V hingga 96V nominal) dengan arus kontinu hingga 300A. Untuk aplikasi tegangan tinggi (High-Voltage EV, Bus Listrik, Truk Tambang, atau BESS 400V - 800V), kami menggunakan topologi Distributed Master-Slave (1 Master BMU mengendalikan beberapa Slave CMU terisolasi melalui isolated daisy-chain SPI/isoCAN) yang mampu memonitor hingga 240 sel baterai seri secara deterministik.

Bagaimana algoritma State of Charge (SoC) Sayuswa mengatasi kelemahan kurva datar baterai LFP?

Baterai LFP memiliki kurva tegangan terbuka (OCV) yang sangat datar antara 20% hingga 80% SoC, sehingga metode pembacaan tegangan biasa akan menghasilkan deviasi besar. Sayuswa menerapkan algoritma fusi sensor Extended Kalman Filter (EKF) yang mengkombinasikan Coulomb Counting presisi tinggi (ADC 24-bit delta-sigma current shunt) dengan model sirkuit ekuivalen internal (Thevenin Model) sel dan kompensasi impedansi dinamis berdasarkan suhu NTC, menghasilkan akurasi estimasi SoC dengan margin error di bawah ±2%.

Protokol komunikasi apa saja yang didukung untuk integrasi ke Controller Motor dan IoT Gateway?

BMS custom kami mendukung komunikasi standar industri: CAN Bus 2.0B / CAN FD (kecepatan 250 kbps / 500 kbps / 1 Mbps dengan format DBC kustom, J1939, atau CANopen), RS485 Modbus RTU (untuk integrasi PLC/SCADA industri), Bluetooth Low Energy BLE 5.2 (untuk pairing ke smartphone teknisi/aplikasi servis Android/iOS), UART TTL, serta port output langsung ke IoT Gateway 4G LTE untuk telemetri MQTT Sparkplug B.

Bagaimana proteksi hubung singkat (Short-Circuit Protection) diimplementasikan pada hardware?

Proteksi hubung singkat dirancang menggunakan komparator perangkat keras analog berkecepatan ultra-tinggi yang langsung mematikan gerbang gate driver MOSFET daya dalam waktu kurang dari 2 mikrodetik (< 2 μs), jauh sebelum mikrokontroler sempat merespons secara software. Ini mencegah pelepasan energi busbar ekstrem yang dapat merusak sel baterai dan komponen switching semikonduktor.

Apakah Sayuswa menyediakan sirkuit Pre-Charge terintegrasi pada papan BMS?

Ya, untuk aplikasi yang terhubung dengan inverter motor penggerak berkapasitansi bus DC besar, kami menyematkan sirkuit Pre-Charge solid-state atau kontroler kontaktor bantu pre-charge. Sirkuit ini mengalirkan arus secara terkendali melalui resistor keramik daya hingga tegangan kapasitor inverter mencapai >95% tegangan pack baterai sebelum kontaktor utama dihubungkan, mencegah percikan busur listrik dan pengelasan kontaktor permanen.

Apakah klien mendapatkan hak kekayaan intelektual (IP), file skematik, dan source code firmware?

Ya, dalam skema kontrak R&D Full Turnkey Sayuswa, seluruh Hak Kekayaan Intelektual (IP Rights), berkas skematik Altium Designer, layout PCB multilayer (Gerber, BOM, Pick-and-Place), dan source code firmware FreeRTOS/C++ diserahkan sepenuhnya kepada klien tanpa royalti berulang, memberikan kemandirian penuh bagi manufaktur lokal.

Berapa lama durasi siklus R&D dari spesifikasi hingga prototipe fungsional pertama?

Untuk Smart BMS single-board (7S - 24S), prototipe fungsional gelombang pertama (Alpha Working Prototype) umumnya diselesaikan dalam waktu 4 hingga 6 minggu kerja. Untuk sistem Master-Slave High Voltage terdistribusi lengkap dengan sertifikasi HIL bench testing, durasi R&D berkisar antara 8 hingga 12 minggu kerja.

Bagaimana komitmen Sayuswa dalam mendukung sertifikasi keselamatan dan kepatuhan regulasi TKDN?

Desain kami dirancang mengacu pada standar keselamatan baterai otomotif ISO 26262 (ASIL-C Functional Safety), IEC 62619 (Baterai Industri), dan UN 38.3 (Transportasi Sel). Kami juga mendesain layout PCB dan memilih komponen aktif/pasif yang memaksimalkan proses manufaktur SMT lokal di Indonesia guna mendongkrak perolehan sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Siap Mengembangkan Smart BMS Kustom Standar Otomotif untuk Produk Anda?

Diskusikan arsitektur kimia sel, kebutuhan tegangan, dan target waktu peluncuran produk baterai Anda bersama Principal Hardware Engineer Sayuswa Teknologi. Dapatkan kajian kelayakan teknis awal dalam 1x24 jam kerja.

Pilih Bahasa / Language
S
Tim Technical & Sales Engineer
🟢 Online • Respon < 5 Menit
Halo! 👋 Selamat datang di PT Sayuswa Multi Teknologi. Ada proyek Industrial IoT, SCADA, Otomasi, atau Custom Software yang ingin Anda konsultasikan hari ini?
00:06
Topik Diskusi Cepat (1-Click):