Home Solutions Store Projects Contact
Automotive Grade Central Brain • ISO 26262 ASIL-B/C • FreeRTOS Automotive

Jasa Pembuatan VCU & TCU Kendaraan Listrik
(Vehicle Control Unit & Telematics Prototyping)

Layanan rekayasa perangkat keras dan firmware deterministik Vehicle Control Unit (VCU) dan Telematics Control Unit (TCU) kelas otomotif. Bertindak sebagai otak kendali sentral kendaraan listrik: membaca input throttle redundan (Dual TPS), mengarbitrasi peta torsi motor inverter via CAN Bus, mengelola power sequencing kontaktor/pre-charge HV, serta transmisi telemetri IoT cloud 4G LTE & FOTA.

Permintaan Torsi Inverter
82.5 Nm (Normal Mode)
Dual TPS Correlation
0.4% Deviasi (Valid ASIL-B)
Power Sequence State
DRIVE READY (HV ON)
Bus CAN Traksi
500 kbps (J1939 / CANopen)
MCU Otomotif Grade
(STM32G4 / NXP S32K)
FreeRTOS Deterministik
(Task Priority Fail-Safe)
Dual TPS Redundant
(Pencegahan Runaway)
Inverter CAN Bus
(Kelly / Sevcon / Curtis)
TCU 4G LTE & FOTA
(Telemetri Cloud MQTT)
Standar Kemenhub &
Kepatuhan TKDN Lokal
ARSITEKTUR & SPESIFIKASI R&D

Kustomisasi Arsitektur VCU Sesuai Kategori Kendaraan Listrik

Mulai dari sepeda motor listrik berdaya lincah hingga sasis bus karoseri komersial, Sayuswa merancang papan sirkuit kendali sentral yang disesuaikan secara presisi dengan kebutuhan I/O sinyal fisik dan topologi kelistrikan armada Anda.

KOMPAK • MOTOR LISTRIK

VCU Sepeda Motor Listrik (L1e / L3e)

Single-Board IP67 • 12V Low-Voltage Harness

Solusi terintegrasi untuk pabrikan sepeda motor listrik lokal dan armada swap baterai. Ukuran kompak dengan integrasi power switch solid-state untuk lampu, klakson, side-stand sensor, dan modul alarm keyless.

  • Input Dual TPS Analog (Hall Effect / Potentiometer)
  • Interlock rem switch & side-stand kill-switch
  • 1x CAN 2.0B (ke Inverter Votol/FarDriver/Kelly)
  • Opsi combo modul TCU internal (4G LTE + GPS)
HEAVY-DUTY • BUS / TRUK

VCU Karoseri Bus & Truk Komersial

J1939 Multi-Stack • High-Side Driver • Redundan

Arsitektur modular terdistribusi untuk karoseri bus kota listrik 12 meter dan truk logistik komersial. Mengendalikan kompresor udara rem pneumatik, pompa hidrolik power steering, dan pendingin baterai pack.

  • 3x Isolated CAN Bus (J1939 Fleet, Powertrain, & Diagnostics)
  • Output daya high-side berarus tinggi dengan proteksi short-circuit
  • Antarmuka keselamatan darurat E-Stop kabin berstandar UN ECE R100
  • Telematika TCU eksternal terhubung langsung ke server fleet
Parameter Spesifikasi VCU Motor Listrik (L1e/L3e) VCU Konversi Roda Empat (M1/N1) VCU Heavy-Duty Bus / Truk (M3/N3)
Arsitektur Mikrokontroler STM32G4 32-bit ARM Cortex-M4 (170 MHz) STM32H7 Dual-Core Cortex-M7/M4 (480 MHz) NXP S32K Automotive Dual-Lockstep Core
Sertifikasi Functional Safety ISO 26262 ASIL-B Ready ISO 26262 ASIL-B / ASIL-C Compliant ISO 26262 ASIL-C / ASIL-D Redundan
Input Throttle (Akselerator) Dual Analog 0-5V (TPS1 & TPS2 Rasio 1:2) Dual Analog 0-5V + CAN Pedal Bus Dual Analog Terisolasi + Sensor Hall Optik
Jumlah Antarmuka CAN Bus 1x CAN 2.0B Terisolasi (250/500 kbps) 2x Isolated CAN 2.0B / CAN FD 3x CAN FD Terisolasi (J1939 & CANopen)
Manajemen Kontaktor HV Relay 12V 30A Internal Driver Pre-charge + Kontaktor Positif/Negatif Driver Kontaktor HV Ganda + Deteksi Status Aux
Mode Pengendalian Inverter CAN Command / PWM 0-100% / Analog 0-5V CAN Bus Speed/Torque Target Command J1939 Electronic Axle / Dual Inverter Torque
Regenerative Braking Blending Throttle-Off Regen & Brake Switch Pedal Blending Proposional Sensor Tekanan Pneumatic Brake Blending + EBS Interface
Konektivitas Telematika (TCU) Modul Internal 4G LTE-M / BLE (Opsional) Port UART/CAN ke TCU Eksternal Sayuswa TCU Gateway Terpadu dengan Antena GNSS RTK
KONSOL MONITORING VCU & ARBITRASE TORSI REAL-TIME

Simulator Respon Throttle, Drive Modes & CAN Inverter Dispatch

Uji coba bagaimana logika firmware VCU Sayuswa memproses input pedal akselerator redundan, mengarbitrasi kurva torsi berdasarkan Drive Mode (Eco/Normal/Sport), dan mendistribusikan frame CAN Bus ke Motor Controller secara instan.

Sayuswa EV Cockpit & VCU Powertrain Console

(FreeRTOS 100 Hz Torque Arbitrator)
Posisi Throttle Pedal (Dual TPS)
45%
Pedal Input
Permintaan Torsi Inverter (Nm)
82.5
Newton-Meter
Status Power Sequence
DRIVE READY
Frame CAN Inverter Dispatch
100 Hz (ID 0x0C01D0)
Pengereman Regeneratif
Standby (0 Nm)
Auxiliary 12V DC-DC
13.8 V (Normal)
Kontrol Input Kemudi Interaktif (Simulasi Driver Cockpit) Hardware Fail-Safe Interlock: ACTIVE
Pilihan Drive Mode NORMAL
Gear Selector (Transmisi) DRIVE (D)
Tekan Pedal Throttle (Akselerator) 45%
📈 Osiloskop Real-Time: Sinyal Torsi Target CAN Bus (Frame Broadcast 10ms, Baudrate 500 kbps) TCU Sync: --:--:-- WIB
Sistem kendali sentral beroperasi normal. Korelasi sinyal Dual TPS valid (deviasi 0.4%). Perintah torsi 82.5 Nm ditransmisikan berkala setiap 10 ms ke Motor Controller via bus CAN.
ARSITEKTUR PERANGKAT KERAS VCU KENDARAAN LISTRIK

Topologi 5-Node Kendali Sentral & Powertrain VCU Sayuswa

Arsitektur pemrosesan terdistribusi yang memisahkan sinyal input pengemudi bertegangan rendah (12V) dari bus daya tinggi (HV), menjamin kekebalan dari gangguan lonjakan induksi motor dan keselamatan fungsional mutlak.

NODE 01

Dual TPS & Driver Inputs Sensing

Pengkondisi sinyal analog aktif membaca sensor pedal akselerator ganda (Dual TPS redundan), saklar rem ganda, gear selector, cruise control, dan tombol hazard dengan filter anti-chatter dan proteksi over-voltage 24V.

Dual ADC • Analog 0-5V • Debounce Filter
NODE 02

Core MCU & Torque Arbitrator Engine

Mikrokontroler otomotif 32-bit (STM32G4 / STM32H7 / NXP S32K) mengeksekusi FreeRTOS dengan scheduler 10 ms: memproses kurva torsi non-linier, interlock rem, kontrol anti-slip (ASR/TCS), dan logika fail-safe ISO 26262.

FreeRTOS • 10ms Task • Watchdog Eksternal
NODE 03

Isolated CAN Powertrain Pipeline

Transceiver CAN Bus terisolasi galvanik 2.500 Vrms mentransmisikan pesan target torsi, pembatasan kecepatan, dan permintaan regeneratif ke Inverter Motor Traksi (Kelly, Sevcon, Curtis, Danfoss) pada laju hingga 1 Mbps.

CAN 2.0B / CAN FD • J1939 • Iso 2.5kV
NODE 04

Power Sequencing & HV Safety Management

Driver relay dan kontaktor cerdas dengan proteksi hubung singkat (High-Side Driver) mengatur sekuens pre-charge kapasitor inverter, kontaktor utama positif/negatif, interlock pengisian daya, dan kendali DC-DC 12V.

Pre-charge • High-Side Smart Driver • HVIL
NODE 05

TCU Telematics & FOTA Cloud Bridge

Modul telematika terintegrasi menghubungkan VCU ke modem seluler 4G LTE dan antena GNSS/GPS, menyiarkan status operasional real-time via MQTT Sparkplug B dan memungkinkan pembaruan firmware Over-The-Air (FOTA).

4G LTE • GNSS RTK • MQTT • FOTA AWS
DOKUMENTASI TEKNIK KENDALI KENDARAAN

Rekayasa Vehicle Control Unit (VCU) & Telematics Control Unit (TCU) Standar Otomotif

Panduan mendalam bagi manajer R&D powertrain, engineer sistem mekatronika, dan perancang kendaraan listrik dalam membangun sistem otak kendali kendaraan listrik yang aman, deterministik, dan siap sertifikasi kelaikan jalan.

1. Peran Sentral VCU: Orkestrator Powertrain dan Keselamatan Fungsional Kendaraan Listrik

Pada kendaraan konvensional berbahan bakar minyak (ICE), Engine Control Unit (ECU) bertugas mengatur waktu pengapian dan injeksi bahan bakar pada mesin. Namun, pada kendaraan listrik (Electric Vehicle / EV), kompleksitas kontrol berpindah ke ranah koordinasi multi-komponen berkecepatan tinggi. Motor listrik traksi (PMSM atau AC Induksi) memiliki karakteristik respons torsi seketika ($T_{response} < 5 \text{ ms}$) tanpa adanya kelambatan mekanis (turbo lag atau transmisi hidrolik). Jika kendali torsi tidak dikelola oleh unit kontrol yang cerdas dan deterministik, kendaraan akan sangat rentan terhadap kehilangan traksi, kejutan torsi (torque jerk) yang merusak girboks, atau bahkan akselerasi liar yang mengancam nyawa penumpang.

Di sinilah Vehicle Control Unit (VCU) bertindak sebagai Central Master Coordinator. VCU adalah satu-satunya perangkat yang memiliki gambaran lengkap mengenai status operasional seluruh subsistem kendaraan:

  • Antarmuka Pengemudi: Membaca posisi pedal akselerator (throttle), pedal rem, saklar kemudi (cruise control), dan selektor transmisi (P-R-N-D).
  • Manajemen Energi Baterai: Menerima data batas arus pengosongan (discharge limit), State of Charge (SoC), dan alarm suhu kritis dari Battery Management System (BMS).
  • Penggerak Motor Traksi: Menghitung permintaan torsi yang diizinkan dan mengirimkan perintah torsi secara deterministik ke Inverter Motor Driver via bus CAN berkecepatan tinggi.
  • Sistem Keselamatan Sasis: Mengelola interlock pompa vakum booster rem mekanis, saklar darurat E-Stop, dan pemantauan sensor benturan (crash sensor).

Tanpa VCU, komponen seperti Inverter Motor dan BMS akan bekerja tanpa koordinasi terpusat. Mengandalkan kontrol throttle yang langsung disambungkan ke inverter motor adalah praktik amatir yang sangat berbahaya dalam industri otomotif, karena inverter tidak memiliki konteks mengenai interlock keselamatan rem, suhu baterai pack, atau kondisi fault isolasi tegangan tinggi.

2. Dual TPS & Keselamatan Throttle: Mencegah Malfungsi Akselerasi Liar Berstandar ISO 26262

Salah satu risiko bahaya paling kritis pada kendaraan listrik menurut analisis bahaya dan penilaian risiko (Hazard Analysis and Risk Assessment / HARA) standar ISO 26262 adalah Unintended Acceleration (akselerasi kendaraan tanpa disengaja). Pada pedal throttle elektronik (Electronic Throttle Control / Drive-by-Wire), kabel mekanis telah digantikan oleh sensor potensiometer atau sensor efek Hall yang mentransformasikan posisi sudut pedal menjadi sinyal tegangan analog.

Jika sirkuit hanya menggunakan satu sensor tunggal (Single TPS), potensi terjadinya kabel sinyal terkelupas dan menyentuh jalur daya 5V akan membuat kontroler membaca posisi throttle 100% penuh secara tiba-tiba. Kendaraan akan meluncur tak terkendali dengan torsi motor maksimal meskipun pengemudi sedang tidak menginjak pedal gas.

Untuk memitigasi bahaya tingkat tinggi ini (ASIL-C Hazard), VCU rancangan Sayuswa menerapkan sirkuit akuisisi Dual Throttle Position Sensor (Dual TPS) Redundan:

  • Sinyal Redundan Berkebalikan atau Berasio Tetap: Kami mendukung pedal dengan kurva tegangan ganda simetris (misalnya TPS1 bergerak dari 0.5V ke 4.5V saat pedal ditekan, sedangkan TPS2 bergerak turun dari 4.5V ke 0.5V), atau pedal berasio linier 1:2 (TPS1 bernilai $2 \times \text{TPS2}$).
  • Cross-Checking Hardware & Firmware Berkelanjutan: Setiap 5 milidetik ($200 \text{ Hz}$), mikrokontroler VCU memvalidasi hubungan matematis antara TPS1 dan TPS2 ($|V_{TPS1} + V_{TPS2} - 5.0\text{V}| < \delta_{tolerance}$).
  • Deteksi Plausibilitas Rentang Tegangan: Sinyal throttle di bawah 0.3V atau di atas 4.8V langsung diidentifikasi sebagai kondisi sirkuit terbuka (open-circuit/kabel putus) atau hubung singkat (short-to-ground / short-to-VCC).

Jika anomali deviasi tegangan melebihi 5% terdeteksi selama lebih dari 50 milidetik, firmware VCU Sayuswa langsung mengaktifkan Fail-Safe Torque Cutoff: nilai throttle diabaikan secara instan, permintaan torsi ke inverter dipaksa bernilai 0 Nm, dan lampu indikator peringatan malfungsi (MIL) dinyalakan di dashboard.

3. Algoritma Arbitrase Torsi Powertrain, Pemetaan Drive Modes, dan Pengereman Regeneratif Adaptif

Dalam pengendali VCU, output akhir yang dikirimkan ke Motor Controller bukanlah persentase tegangan pedal mentah, melainkan besaran torsi motor dalam satuan Newton-meter (Nm). Proses pengolahan ini disebut Arbitrase Torsi (Torque Arbitration Engine).

Algoritma arbitrase torsi Sayuswa bekerja melalui beberapa tahapan kalkulasi berurutan:

  1. Pemetaan Karakteristik Drive Mode:
    • Eco Mode: Kurva respons pedal eksponensial landai untuk kehalusan berkendara di lalu lintas padat, membatasi torsi puncak pada 60% dan memprioritaskan efisiensi konsumsi baterai Wh/km.
    • Normal Mode: Kurva linier responsif yang seimbang antara kelincahan akselerasi dan efisiensi harian.
    • Sport Mode: Kurva respons agresif hiperbolik dengan ketersediaan torsi instan 100% pada sentuhan pedal awal, memberikan performa akselerasi maksimal.
  2. Filter Laju Perubahan Torsi (Torque Slew-Rate Limiting): Menghaluskan lonjakan torsi ($dT/dt$) saat pedal diinjak atau dilepas secara mendadak. Filter ini mencegah getaran mekanis (driveline backlash oscillation) pada as roda, menjaga keawetan bantalan motor dan sambungan girboks reduksi.
  3. Pengereman Regeneratif Adaptif (Regen Blending): Ketika pengemudi mengangkat kaki dari pedal gas atau menekan pedal rem, VCU menghitung permintaan torsi negatif (braking torque). VCU secara aktif berkomunikasi dengan BMS; jika kapasitas baterai pack sudah terisi >95% atau suhu sel melampaui 45°C, torsi regeneratif secara halus dikurangi dan dialihkan sepenuhnya ke rem friksi mekanis hidrolik untuk mencegah over-voltage sel lithium.
  4. Interlock Keselamatan Rem & Gear: Jika pedal rem dan pedal akselerator terinjak secara bersamaan (kaki menginjak dua pedal), VCU memprioritaskan keselamatan dengan membatalkan perintah gas dan memaksa torsi motor ke level nol (Brake-Throttle Override). Demikian pula jika tuas transmisi berada di posisi Parkir (P) atau Netral (N), perintah torsi dinonaktifkan secara mutlak.

4. Manajemen Power Sequencing: Pengendalian Kontaktor Utama, Sirkuit Pre-Charge, dan Auxiliary 12V

Menghubungkan baterai tegangan tinggi (High Voltage / HV battery pack, 72V hingga 800V DC) ke powertrain kendaraan listrik membutuhkan urutan penyalaan (power sequence) yang presisi. Kapasitor bus DC pada inverter motor bertindak sebagai beban hubung singkat berimpedansi hampir nol saat pertama kali dialiri arus. Menyalakan kontaktor utama secara langsung tanpa persiapan akan memicu lonjakan arus ribuan ampere yang melas mati titik kontak kontaktor (contact welding) dan merusak kapasitor bus.

VCU Sayuswa dirancang dengan sirkuit High-Side Smart Driver berdaya tahan tinggi yang mengelola seluruh sekuens daya tegangan tinggi dan rendah:

Urutan Power Sequencing Standar Otomotif Sayuswa

1. Kunci Kontak ON (KL15): VCU menyala, mengaktifkan converter DC-DC 12V pendukung, dan menjalankan swauji internal (Self-Test).
2. Komunikasi BMS OK: VCU memverifikasi tidak ada fault isolasi HVIL (High Voltage Interlock Loop) dan tegangan pack baterai dalam batas aman.
3. Aktivasi Kontaktor Negatif Utama: Jalur ground tegangan tinggi dihubungkan.
4. Tahap Pre-Charge: Relay pre-charge dinyalakan, mengalirkan arus terkendali melalui resistor keramik daya ke inverter.
5. Verifikasi Delta Tegangan: VCU membaca tegangan DC-link inverter via CAN Bus. Saat tegangan kapasitor mencapai >95% dari tegangan baterai pack, kontaktor utama positif diaktifkan.
6. Pelepasan Pre-Charge: Relay pre-charge dimatikan. Kendaraan memasuki status DRIVE READY dalam durasi total kurang dari 250 milidetik.

Saat kendaraan dimatikan (Kunci Kontak OFF atau E-Stop ditekan), VCU memutus kontaktor utama positif dan negatif secara terkendali, lalu memicu sirkuit pelepasan muatan aktif (Active Discharge) pada inverter untuk mengosongkan sisa tegangan berbahaya pada bus DC di bawah 60V dalam waktu kurang dari 2 detik demi keselamatan teknisi mekanik.

5. Arsitektur Firmware Deterministik: FreeRTOS Automotive dengan Isolasi Task & Hardware Watchdog

Pada perangkat elektronika konsumen (seperti smartphone atau modul IoT hobi), kelambatan sistem (lag) sesaat selama 100 milidetik mungkin hanya terasa sebagai gangguan kecil. Namun pada Vehicle Control Unit yang mengendalikan kendaraan bermassa 2 ton pada kecepatan 100 km/jam, kelambatan eksekusi 100 ms berarti kendaraan telah meluncur sejauh 2.8 meter tanpa kendali software.

Oleh karena itu, Sayuswa membangun firmware VCU di atas sistem operasi waktu-nyata FreeRTOS Automotive yang dikonfigurasi secara deterministik dengan pemisahan prioritas tugas (Task Priority Isolation):

  • Task 1 - Critical Safety & Throttle Read (Prioritas Tertinggi, Periode 5 ms): Membaca sinyal Dual TPS, saklar rem, tombol E-Stop, memverifikasi korelasi ADC, dan menghentikan torsi jika terjadi deviasi abnormal.
  • Task 2 - Torque Arbitrator & CAN Inverter Dispatch (Prioritas Tinggi, Periode 10 ms): Menjalankan fungsi kurva pedal, menghitung torsi regeneratif, dan mengirimkan frame pesan CAN Bus pengendali torsi ke Inverter Motor.
  • Task 3 - BMS & Thermal Monitoring (Prioritas Menengah, Periode 50 ms): Membaca data status tegangan sel, arus, SoC, dan suhu dari Battery Management System, serta menyesuaikan batasan derating daya.
  • Task 4 - Dashboard & Body Control (Prioritas Standar, Periode 100 ms): Memperbarui tampilan speedometer LCD cluster, lampu indikator gear, dan mengendalikan relay lampu/klakson.
  • Task 5 - Telematics TCU Logging (Prioritas Latar Belakang, Periode 500 ms): Menyiapkan paket data telemetri kompresi untuk dikirimkan ke modul modem cloud IoT.

Keandalan firmware Sayuswa diperkuat dengan pengawas perangkat keras eksternal independen (External Hardware Watchdog IC). Jika mikrokontroler mengalami stack overflow atau kebuntuan loop tak hingga akibat radiasi medan elektromagnetik transien, watchdog eksternal akan mendeteksi hilangnya denyut pulsa dalam 10 milidetik dan secara aman memicu reset mikrokontroler sambil mematikan gerbang kontaktor secara instan ke kondisi aman (Safe State).

6. Integrasi Telematics Control Unit (TCU): Diagnostik Cloud Real-Time & Pembaruan FOTA Jarak Jauh

Era kendaraan listrik modern menuntut konektivitas armada terpadu. Kendaraan yang beroperasi di lapangan harus dapat dipantau performanya, dideteksi anomali kegagalannya sebelum terjadi mogok (predictive maintenance), dan diperbarui algoritma kendalinya tanpa harus ditarik kembali ke bengkel pusat (recall).

Sayuswa melengkapi VCU dengan modul pasangan Telematics Control Unit (TCU) yang berkomunikasi melalui bus CAN terisolasi:

  • Multi-Constellation GNSS Tracking: Modul GPS/GLONASS/BeiDou terintegrasi dengan akurasi posisi sub-meter untuk pemantauan rute armada, geofencing kawasan industri, dan pencatatan riwayat jarak tempuh (odometer) anti-tamper.
  • Konektivitas Seluler Global 4G LTE-M / NB-IoT: Modem industri dengan slot eSIM tertanam (embedded SIM) yang menyiarkan puluhan parameter powertrain (SoC baterai, suhu motor, voltase sel terlemah, konsumsi kWh/km, kode kesalahan DTC) ke cloud server via protokol hemat bandwidth MQTT Sparkplug B dengan enkripsi TLS 1.3.
  • Firmware Over-The-Air (FOTA): Arsitektur bootloader ganda (Dual-Bank Flash Memory) pada VCU memungkinkan tim rekayasa klien mengunggah kalibrasi kurva torsi baru, fitur drive mode tambahan, atau perbaikan bug firmware langsung dari cloud dashboard. Pembaruan diunduh di latar belakang, diverifikasi menggunakan checksum kriptografis SHA-256, dan diterapkan saat kendaraan berada dalam posisi parkir aman.
METODOLOGI REKAYASA SISTEMATIS

Alur Kerja R&D Desain Prototipe VCU & TCU Sayuswa

Metodologi pengembangan perangkat keras dan firmware berbasis V-Model otomotif yang terstruktur, memastikan integritas keselamatan, kepatuhan protokol CAN, dan kesiapan uji jalan raya.

01

Analisis Kebutuhan Powertrain & Matriks I/O

Penyusunan spesifikasi sinyal input/output fisik (jumlah sensor throttle, saklar interlock, relay daya, jalur CAN Bus) dan analisis matriks integrasi Inverter Motor Traksi pelanggan.

02

Skematik Altium & Tata Letak PCB Otomotif

Perancangan sirkuit skematik di Altium Designer menggunakan komponen berkualifikasi AEC-Q100, pemisahan bidang isolasi tanah analog/digital, dan simulasi integritas sinyal berkecepatan tinggi.

03

Fabrikasi Prototipe PCBA & Enclosure IP67

Pencetakan PCB multilayer standar otomotif, perakitan komponen SMT lokal berstandar IPC-A-610 Class 3, dan pengemasan dalam housing aluminium die-cast berstandar tahan air IP67 dengan konektor otomotif bersegel.

04

Pengembangan Firmware FreeRTOS & DBC

Penyusunan kode firmware deterministik FreeRTOS, pembuatan peta arbitrase torsi pedal gas, konfigurasi tumpukan protokol CAN 2.0B / CAN FD, dan penyusunan berkas definisi DBC kustom.

05

Uji Validasi HIL Bench & Dyno Testing

Pengujian simulasi Hardware-in-the-Loop (HIL) untuk validasi skenario kegagalan throttle dan interlock rem tanpa risiko mekanis, dilanjutkan dengan uji kalibrasi torsi di atas bangku dinamo meter (dyno test).

06

Uji Jalan Lapangan, FOTA Cloud & Transfer IP

Pendampingan uji jalan raya di lintasan uji kendaraan, aktivasi telemetri pelacakan cloud TCU, penyerahan berkas manufaktur lengkap, dan serah terima seluruh source code firmware serta Hak Kekayaan Intelektual (IP).

KALKULATOR R&D ESTIMATOR

Hitung Kebutuhan Prototyping VCU & TCU Anda

Pilih kategori kendaraan dan arsitektur powertrain Anda untuk mendapatkan estimasi waktu rekayasa, arsitektur perangkat keras, dan konsultasi langsung dengan Senior Powertrain Engineer Sayuswa.

Estimasi Siklus Prototipe VCU:
5 - 6 Minggu Kerja
Arsitektur Perangkat Keras:
Single-Board Kompak IP67 Otomotif
TESTIMONI REKAYASA B2B

Kepercayaan Manufaktur Kendaraan Listrik & Karoseri Nasional

Pengalaman nyata para perancang kendaraan listrik yang mempercayakan perancangan otak kendali sentral VCU mereka kepada tim Sayuswa.

"Sayuswa merancang prototipe VCU kustom untuk proyek bus listrik kampus kami. Fitur pemetaan torsi pedal akselerator dual-TPS redundannya sangat halus dan responsif. Pengendalian kontaktor pre-charge HV dan integrasi CAN J1939 ke inverter Enstrec berjalan tanpa kendala sejak uji jalan pertama."

Dr. Ir. Bagus Prasetyo
Kepala Pusat Riset Kendaraan Listrik • Institut Teknologi Terkemuka, Jawa Timur

"Sebagai startup motor listrik lokal, kami sangat terbantu dengan solusi turnkey VCU Sayuswa. Firmware FreeRTOS deterministik mereka membuat mode berkendara Eco, Normal, dan Sport terasa profesional seperti motor buatan pabrikan global. Enclosure IP67-nya sangat tangguh menghadapi genangan air jalanan."

Rian Kusuma
Chief Technology Officer • Manufaktur Motor Listrik Nasional, Tangerang

"Layanan prototyping VCU konversi mobil listrik Sayuswa luar biasa cepat dan solutif. Integrasi interlock keselamatan rem, deteksi gear selector, dan komunikasi ke BMS lithium membuat mobil lulus uji kelaikan jalan Kemenhub dengan mulus."

Agus Salim
Lead Powertrain Engineer • Bengkel Konversi & Karoseri EV, Bandung
PERTANYAAN UMUM TEKNIS

Konsultasi Rekayasa VCU & TCU

Penjelasan mendalam mengenai logika kontrol throttle, komunikasi inverter, protokol telematika, dan aspek sertifikasi keselamatan kendaraan listrik.

Apa peran utama Vehicle Control Unit (VCU) pada kendaraan listrik?

VCU adalah otak kendali sentral (central coordinator) pada kendaraan listrik yang bertugas membaca niat pengemudi (melalui pedal throttle akselerator, saklar rem, dan tuas transmisi), mengarbitrasi permintaan torsi motor, mengelola urutan daya baterai (power sequencing pre-charge dan kontaktor), memonitor interlock keselamatan, dan mengoordinasikan komunikasi antar-komponen powertrain seperti BMS, Inverter Motor, Charger On-Board, dan Instrumen Dashboard.

Mengapa throttle pedal pada EV harus menggunakan sensor redundan (Dual TPS)?

Standar keselamatan fungsional otomotif (ISO 26262) mewajibkan sensor throttle menggunakan minimal dua sinyal independen (Dual TPS) dengan karakteristik tegangan yang berbeda (misalnya sinyal A berkisar 0.5V - 4.5V dan sinyal B berkisar 4.5V - 0.5V, atau rasio linier 1:2). VCU Sayuswa terus membandingkan korelasi kedua sinyal. Jika terjadi kabel putus, hubung singkat, atau deviasi di atas toleransi aman (>5%), VCU secara instan memutus perintah torsi motor menjadi 0 Nm (Fail-Safe Idle) untuk mencegah fenomena akselerasi liar yang berbahaya.

Merk motor controller (inverter) apa saja yang didukung oleh VCU Sayuswa?

VCU Sayuswa telah teruji mengendalikan berbagai inverter motor traksi terkemuka dunia, termasuk Kelly Controller, Sevcon Gen4, Curtis AC/DC, Votol, FarDriver, Danfoss Editron, Dana TM4, dan Enstrec. Kami mengintegrasikan komunikasi via bus CAN 2.0B / CAN FD dengan protokol spesifik pabrikan (proprietary protocol), standar CANopen DS402, maupun sinyal analog/PWM terisolasi.

Bagaimana VCU mengelola urutan penyalaan daya (Power Sequencing & Pre-Charge)?

Ketika kunci kontak dinyalakan (KL15 ON), VCU pertama-tama melakukan swauji diagnostik (self-test) dan memastikan tidak ada fault pada BMS. Selanjutnya, VCU mengaktifkan relay pre-charge untuk mengisi kapasitor bus inverter melalui resistor daya penahan lonjakan arus. Setelah tegangan kapasitor mencapai >95% tegangan baterai utama, VCU menyalakan kontaktor utama positif dan mematikan relay pre-charge. Seluruh sekuens ini berjalan otomatis dalam rentang 150-300 ms guna melindungi kontaktor dari kerusakan busur api.

Apa perbedaan antara VCU dan TCU (Telematics Control Unit)?

VCU beroperasi pada level real-time deterministik berkecepatan mikrodetik untuk mengendalikan dinamika fisik kendaraan (torsi motor, rem regeneratif, kontaktor, keselamatan nyawa). Sedangkan TCU berfokus pada konektivitas eksternal: membaca data telemetri dari VCU via CAN Bus, melacak posisi satelit GNSS/GPS, mentransmisikan data ke cloud melalui modem seluler 4G LTE (MQTT Sparkplug B), dan menerima pembaruan perangkat lunak jarak jauh (FOTA).

Apakah Sayuswa dapat menggabungkan fungsi VCU dan TCU dalam satu papan sirkuit tunggal?

Ya, untuk kendaraan ringkas seperti sepeda motor listrik, moped, dan city car konversi dengan ruang instalasi terbatas, kami menyediakan desain arsitektur Combo VCU-TCU. Desain ini mengintegrasikan mikroprosesor kontrol otomotif fail-safe dengan modem telematika 4G LTE dan antena GNSS dalam satu housing tahan air berstandar IP67, menghemat biaya kabel harness dan bobot kendaraan.

Bagaimana implementasi pengereman regeneratif (Regenerative Braking) diatur oleh VCU?

VCU Sayuswa mengimplementasikan algoritma pengereman regeneratif adaptif. Torsi pengereman balik dapat dipicu melalui pelepasan pedal throttle (one-pedal drive) maupun penekanan tuas rem (brake pedal blending). VCU berkomunikasi secara kontinu dengan BMS; jika baterai berada pada kondisi State of Charge mendekati 100% atau suhu sel terlalu tinggi, VCU secara otomatis membatasi atau menonaktifkan torsi regeneratif untuk mencegah lonjakan tegangan sel berbahaya (over-voltage).

Mikrokontroler (MCU) apa yang digunakan pada papan VCU rancangan Sayuswa?

Kami menggunakan MCU standar otomotif dunia dengan inti ARM Cortex-M4/M7 atau NXP PowerPC/S32K series, seperti STM32G4 / STM32H7 Automotive Grade (AEC-Q100 Grade 1). Mikrokontroler ini memiliki periferal CAN terisolasi redundan, konverter ADC 12/16-bit berkecepatan tinggi, timer PWM komplementer dengan dead-time insertion, dan fitur functional safety berbasis hardware watchdog eksternal.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk pengembangan prototipe VCU hingga siap uji jalan?

Untuk prototipe VCU single-board kustom dengan arsitektur motor tunggal, siklus R&D dari penentuan spesifikasi I/O hingga papan prototipe fungsional gelombang pertama (Alpha Hardware) diselesaikan dalam 5 hingga 7 minggu kerja. Kalibrasi uji jalan di atas dinamo meter (dyno bench) dan pengujian jalan raya membutuhkan tambahan waktu 2 hingga 4 minggu kerja.

Apakah klien mendapatkan hak kekayaan intelektual (IP), file Altium, dan source code firmware?

Ya, dalam skema kontrak R&D Full Turnkey Sayuswa, seluruh Hak Kekayaan Intelektual (IP Rights), berkas skematik dan layout PCB multilayer Altium Designer, dokumen bill of materials (BOM), berkas manufaktur Gerber, serta source code firmware FreeRTOS/C diserahkan 100% kepada pihak klien tanpa royalti tersembunyi.

Siap Mengembangkan Otak Kendali Kendaraan Listrik Anda Sendiri?

Diskusikan spesifikasi motor inverter, sensor pedal throttle, dan target uji kelaikan jalan proyek EV Anda bersama Senior Powertrain Engineer Sayuswa Teknologi. Dapatkan kajian arsitektur awal dalam 1x24 jam kerja.

Pilih Bahasa / Language
S
Tim Technical & Sales Engineer
🟢 Online • Respon < 5 Menit
Halo! 👋 Selamat datang di PT Sayuswa Multi Teknologi. Ada proyek Industrial IoT, SCADA, Otomasi, atau Custom Software yang ingin Anda konsultasikan hari ini?
00:35
Topik Diskusi Cepat (1-Click):